Terseret Kasus Penganiayaan oleh Orang Suruhan Diduga Istri Bos Djarum, Tim Kuasa Hukum : Saya No Comment

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ABF beserta kuasa hukum dan ayahnya saat melaorndi Polrestabes Surabaya. SP/Anggadia Muhammad 
ABF beserta kuasa hukum dan ayahnya saat melaorndi Polrestabes Surabaya. SP/Anggadia Muhammad 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sengketa tanah di Jalan Puncak Permai Darmo Utara III antara Mulya Hadi ahli waris dari Radim P Warsiah dengan Widowati Hartono berujung penganiayaan kepada ABF pada hari Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.

Guna mendapatkan keadilan, ABF mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 21.30 WIB untuk membuat laporan polisi. ABF didampingi ayahnya, Warsono dan Lim Tji Tiong, S.H, M.Hum, Penasihat Hukum (PH) dari Mulya Hadi.

“ABF dipukuli dan Handphone (HP) dirampas oleh beberapa orang preman yang diduga suruhan Widowati Hartono yang tidak lain merupakan istri dari Bos Djarum Budi Hartono,” ungkap Lim.

Surabaya Pagi mengkonfirmasi kepada Tim Kuasa Hukum dari Widowati Hartono terkait dugaan kasus penganiayaan yang menyeret nama clientnya. Kepada Surabaya Pagi, Tim Kuasa hukum yang diwakili oleh Sandi enggan berkomentar lebih jauh.

"Saya no comment atas pemberitaan tersebut", ujar Sandi saat dikonfirmasi oleh Surabaya Pagi via pesan Whatsapp, Senin (12/7/2021).

Ia mengaku baru mengetahui pemberitaan tersebut dari rekan - rekan media lainnya.

"Saya baru mengetahui pemberitaan tersebut tadi sore dari rekan media juga", ujar Sandi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum ABF, Lim Tji Tiong menceritakan ABF dianiaya setelah mencoba merekam video kedatangan sekelompok massa yang diduga suruhan pihak Widowati Hartono. Dia menyayangkan tindakan main hakim sendiri itu, meski dirinya sudah mengatakan ini negara hukum, sehingga semuanya harus patuh pada hukum.

“Mereka (maksudnya diduga preman) malah menjawab duitnya banyak siapa, kamu atau Djarum,” keluhnya. ang

Berita Terbaru

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah…

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan…

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Diduga bermula dari pembakaran daun tebu kering kemudian menjalar dengan cepat akibat tiupan angin kencang, lahan tebus seluas…