Partai Demokrat Tolak Ikut Aksi Seruan Jokowi Mundur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik, menolak partainya bikin aksi seruan Jokowi mundur. Rachland meminta pendukung Presiden Joko Widodo untuk berhenti memfitnah Demokrat terkait rencana aksi bertajuk 'Jokowi End Game' . Aksi ini diawali dengan munculnya poster menghebohkan publik.

Demikian disampaikan Rachland melalui akun Twitter-nya dalam menanggapi beredarnya meme yang menuding dirinya sebagai koordinator aksi demo.

Selain itu, ada juga meme meme yang menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief dan Rachland sebagai penggerak demo. Dalam meme itu, aparat diminta menangkap ketiga tokoh Demokrat tersebut.

"Bong, stop deh nyebar fitnah. Sudah fitnah menggugurkan, kini beginian. Gelap mata hilang akal kalian!" tulis @RachlanNashidik, seperti dilihat netralnews.com, Senin (26/7/2021).

Pada cuitan lainnya, Rachland berpendapat bahwa pendukung Jokowi adalau membuat isu soal aksi bertajuk 'Jokowi End Game'.

Menurutnya, isu itu sengaja dihembuskan dengan tujuan mendiskreditkan mahasiswa dan oposisi serta menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan bangsa saat ini.

"Bikin isyu demo sendiri. Gembosin sendiri. Tebar fitnah kanan kiri, diskreditkan mahasiswa dan oposisi. Cara basi menutupi inkompetensi. Jalan pintas membela kebijakan tanpa empati," kata Rachland.

"Untung terbangun. Rupanya saya cuma mimpi di siang tadi. Indonesia, jauhilah mimpi buruk itu!" tegas anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Sebelumnya, poster Seruan Aksi Nasional bertajuk 'Jokowi End Game' beredar luas media sosial. Poster tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk demo menolak kebijakan PPKM dan menghancurkan oligarki istana.

Dalam poster itu, disebutkan aksi Jokowi end game akan digelar pada Sabtu (24/7/2021), dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara. n erc/rmc

Berita Terbaru

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan Pusat Informasi Harga…

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun…

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diketahui membuka usaha fotografi secara ilegal, dideportasi. Total enam warga China…

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp…

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Disusun : Dr. TATANG ISTIAWAN WITJAKSONO, S.sos, SH, MM ADVOKAT PERADI NIA: 02.13499 A. KRONOLOGI FAKTA HUKUM (Yang Terjadi di Lapangan) [Induk Akte…

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Pembaca Yth, Eksepsi saya ini mengupas fakta yang ditulis JPU di surat dakwaan. Temuan ini saya laporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawas dan Komisi…