9.286 Warga Terdampak PPKM Dapat Bansos Tunai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekerja wisata, pekerja seni, PKL bahkan karyawan hotel menerima bansos secara simbolis di Pendopo Kabupaten Pasuruan. SP/De/Muhajir Arifin
Pekerja wisata, pekerja seni, PKL bahkan karyawan hotel menerima bansos secara simbolis di Pendopo Kabupaten Pasuruan. SP/De/Muhajir Arifin

i

SURABAYAPAGI, Pasuruan – Ribuan warga yang terdampak langsung PPKM berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan mendapat bantuan sosial (bansos) tunai untuk meringankan beban hidup mereka. Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mencatat ada 9.286 orang terdampak langsung PPKM berkelanjutan.

"Perjalanan PPKM ini menimbulkan dampak ekonomi di masyarakat. Jumlah yang terdampak bertambah karena perpanjangan," kata Sekretaris Daerah Pemkab Pasuruan Anang Saiful Wijaya, Kamis (2/9/2021).

Anang menjelaskan, warga yang terdampak PPKM sejak Juli-Agustus sebagian besar di sektor pariwisata, pekerja seni dan pedagang kaki lima. Selama dua bulan tempat wisata ditutup, pertunjukan kesenian ditiadakan serta waktu buka dan pengunjung warung dan rumah makan dibatasi.

"Banyak pekerja wisata, pekerja seni, PKL bahkan karyawan hotel yang kehilangan penghasilan. Karena itu, Pemkab melalui dinsos berkewajiban meringankan beban mereka," jelas Anang.

Ribuan warga terdampak tersebut diberi bansos tunai senilai Rp 200 ribu per orang. Meski tak banyak, diharapkan meringankan beban warga.

"Sebelumnya kan sudah ada bantuan warga terdampak PPKM dari pusat dan dari provinsi. Nah Pemkab juga memberikan bantuan," terang Anang.

Kepala Dinas Sosial Suwito Adi menambahkan, bansos PPKM dibagi dua tahap. Tahap pertama 3.900 orang dan tahap kedua 5.386 orang. "Bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima," pungkas Suwito.ps1/na

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…