Jembatan Meddelan Hampir Ambruk, Warga Desak Pemkab Sumenep Lakukan Tindakan Nyata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Amiruddin, Tokoh Masyarakat Desa Medelan Lenteng Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Amiruddin, Tokoh Masyarakat Desa Medelan Lenteng Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Terkait ambruknya jembatan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Sumenep kembali disoal warga sekitar. 

Tokoh masyarakat Desa Meddelan, Amiruddin angkat bicara mengenai Jembatan Meddelan yang dituding sudah terlalu tua.

‘’Saya meminta agar pemerintah Kabupaten Sumenep untuk tidak tutup mata terkait laporan warga, ’’kata Mirud sapaan akrabnya saat ditemui wartawan SurabayaPagi, Senin (21/06).

Menurutnya, PU. Bina Marga Sumenep itu tidak hanya siaga dan merespon persoalan ambruknya jembatan di Desa Meddelan melainkan harus segera mengambil sikap tegas dalam upaya perbaikan.

"Jembatan Meddelan itu sudah cukup tua, dan keberadaannya  sangat memberikan manfaat bagi desa terutama di lima desa yang ada di Kecamaatan Lenteng," ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, kelima desa yang melintas di jembatan itu, satu diantaranya Desa Meddelan, Desa Sendir, Desa Cangkreng, Desa Daramista dan Desa Gelugur.

Bahkan, kata dia, jika Pemkab Sumenep tidak segera menganggarkan kembali Jembatan Meddelan tersebut khawatir Jembatan  cepat ambruk.

"Untuk saat ini, warga  sudah mulai ketakutan untuk melintasi Jembatan Meddelan, jadi rasa ketakutannya terpaksa harus putar jalan sekalipun agak jauh," kilahnya.

"Makanya, Pemkab Sumenep, jangan lamban dalam menangani perbaikan jembatan, karena  berimbas pada sektor perekonomian di masyarakat khususnya ke lima desa tersebut," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas PU. Bina Marga, Eri Susanto mengatakan, jika berdasarkan hasil survei sementara, jembatan di Desa Meddelan tersebut sudah harus dirombak total.

“Keberadaannya memang sudah harus dirombak total, namun untuk tahun ini anggaran APBD sudah di dok, jadi kita anggarkan untuk tahun selanjutnya," pungkasnya. (Ar)

Berita Terbaru

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Transisi hijau di Asia Tenggara dapat semakin berkembang ketika pilihan yang lebih ramah lingkungan juga menjadi lebih nyaman, mudah di…

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel…

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan terhadap ekosistem…

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11…

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Yunianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan…

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), KH M. Munir Thowil, dilaporkan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan. Laporan i…