Disorot Penjuru Dunia, Jokowi Minta Pengusutan Tragedi Kanjuruhan Dipercepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeliling melihat sejumlah penjuru Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tempat tragedi yang menewaskan 131 orang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeliling melihat sejumlah penjuru Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tempat tragedi yang menewaskan 131 orang.

i

Kelompok Suporter: 100 Orang Lebih Dibunuh oleh Polisi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tragedi Kanjuruhan memantik Presiden Joko Widodo turun gunung ke Malang. Bahkan, Presiden Jokowi meminta kepada tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), secara terbuka dan gamblang mengusut tuntas peristiwa yang memakan korban jiwa 131 orang meninggal dunia. Pasalnya, tragedi Kanjuruhan ini sudah tidak hanya menjadi peristiwa nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia. Apalagi, beberapa media asing di dunia, menyoroti penggunaan gas air mata oleh kepolisian yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban.

"Kita bentuk tim independen itu karena ingin mengusut tuntas," ujar Jokowi menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan yang dirawat di RSSA Malang, Rabu (5/10/2022).

Jokowi juga ingin kasus ini bisa dibuka seterang-terangnya tanpa ada yang harus ditutup-tutupi. Sehingga, kebenaran terkait Tragedi Kanjuruhan bisa terkuak dan diketahui masyarakat luas. "Biar tidak ada yang ditutup-tutupin," kata orang nomor satu di Indonesia itu.

Ia sendiri mengaku ingin mengetahui secara pasti penyebab insiden ini. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta Menkopolhukam Mahfud MD sebagai Ketua TGIPF segera menyampaikan hasil penyelidikan secepat-cepatnya kurang dari satu bulan, seperti yang dijanjikan Mahfud MD.

"Nanti disampaikan (hasilnya) oleh Menko Polhukam. Beliau minta satu bulan. Saya minta secepat-cepatnya," tuturnya.

 

Singgung Keamanan Stadion

Selain itu, Jokowi juga meninjau Stadion Kanjuruhan secara langsung dengan berkeliling ke sejumlah penjuru stadion. Ia pun blak-blakan mengungkap problem masalah stadion itu. Salah satunya, soal pintu stadion yang terkunci saat peristiwa memilukan itu terjadi.

"Itu nanti tim gabungan independen pencari fakta yang harus melihat secara detail, tetapi sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang heboh," jelas Jokowi

Pihaknya juga meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono segera mengaudit Stadion Kanjuruhan hingga seluruh stadion di Indonesia. Audit ini untuk mengetahui kondisi stadion. Jika kondisinya kurang baik, Jokowi ingin segera dilakukan revitalisasi agar kejadian serupa tak terjadi di stadion lain.

"Yang paling penting nanti seluruh bangunan stadion akan diaudit Kementerian PU," tambahnya.

 

Disorot Dunia

Hingga Rabu (5/10/2022), tragedi Kanjuruhan masih menjadi sorotan dunia. Tak hanya media asing, juga beberapa gerakan suporter di dunia. Seperti yang terjadi saat partai Liga Champions Eropa antara Bayern Munich melawan Viktoria Plzen, Selasa (4/10/2022) malam.

Pendukung Bayern Munich menunjukkan solidaritasnya atas peristiwa kelam yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Fan Die Roten kedapatan membentangkan spanduk yang menyindir pihak kepolisian di Tanah Air.

Spanduk raksasa yang cukup panjang, tampak dibentangkan di salah satu sisi tribun Allianz Arena ketika peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Selasa (4/10/2022) malam WIB.

Tulisan spanduk itu menyindir meninggalnya para suporter karena kelalaian kepolisian.

 

Dibunuh Polisi

"Lebih dari 100 orang dibunuh oleh polisi. Kami akan selalu mengingat setiap nama yang terbunuh di Stadion Kanjuruhan," tulis pendukung Bayern Munich.

Spanduk tersebut mulai dibentangkan jelang penggawa Munich dan Viktoria Plzen melakukan one minute silence. Spanduk tersebut disinyalir sebagai bentuk protes atas aksi brutal yang dilakukan aparat kepolisian.

Pihak kepolisian diketahui menggunakan senjata terlarang kala membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan. Aparat keamanan kedapatan menggunakan gas air mata yang ditembakkan secara membabi buta ke arah tribune stadion.

 

Dipaksa Reformasi Polisi

Selain suporter, juga salah satu media AS, Bloomberg juga menuntut Presiden Jokowi untuk mereformasi Kepolisian RI. Salah satu artikel yang dirilis Bloomberg, Selasa (4/10/2022), bertajuk "Deadly Stampede Pressures Jokowi to Revamp Indonesia Police" dibahas tuntas.

"Tragedi mematikan dalam pertandingan sepak bola akibat polisi menembakkan gas air mata menambah tekanan terhadap Presiden Joko Widodo untuk menilik pasukan keamanan yang kerap dikritik atas kebrutalan dan korupsinya," demikian bunyi paragraf pertama artikel itu.

Bloomberg menyoroti bahwa FIFA sebenarnya melarang penggunaan gas air mata dalam penanganan masalah di tengah laga sepak bola.

Namun, kepolisian Indonesia tetap menembakkan gas air mata ketika kericuhan pecah usai laga Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) lalu.

Ia kemudian berkata, "Tindakan polisi dapat memicu seruan untuk reformasi. Posisi Jokowi bisa lebih baik jika ia mengambil langkah tegas dan menyelidiki penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi."

Popularitas Jokowi sendiri saat ini sedang di ambang bahaya, terutama karena kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu.

Bloomberg mencatat bahwa dukungan terhadap Jokowi memang masih tinggi, tapi tekanan publik untuk mereformasi kepolisian juga kian besar karena kasus Ferdy Sambo.

Hingga kini, dalam data terakhir yang dirilis Posko Postmortem Crisis Center, dan diterima Surabaya Pagi, Rabu (5/10/2022), korban jiwa akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan total berjumlah 131 korban jiwa dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka dalam tragedi tersebut. jk/mal/sky/fcb/rmc

Berita Terbaru

Kades Lus'ari Raih Penghargaan Desa Kendalpecabean Sebagai Pionir Desa Informatif

Kades Lus'ari Raih Penghargaan Desa Kendalpecabean Sebagai Pionir Desa Informatif

Selasa, 13 Okt 2026 08:15 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 08:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Pionir D…

Lagi, Siswa SMP di Ponorogo Tewas Tenggelam saat Mandi di Bawah Bendungan Bendo

Lagi, Siswa SMP di Ponorogo Tewas Tenggelam saat Mandi di Bawah Bendungan Bendo

Senin, 12 Okt 2026 21:22 WIB

Senin, 12 Okt 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo – Kecelakaan air kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini menimpa Aditya (13) pelajar kelas VII SMPN 3 Sambit. Warga Dukuh Ringin S…

Konsisten Kawal Aspirasi, Deni Wicaksono Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas

Konsisten Kawal Aspirasi, Deni Wicaksono Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas

Senin, 12 Okt 2026 20:14 WIB

Senin, 12 Okt 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, menerima Lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Kategori …

Pemesanan Digital Sumbang Lebih dari 40 Persen, Bluebird Perluas Layanan MyBluebird

Pemesanan Digital Sumbang Lebih dari 40 Persen, Bluebird Perluas Layanan MyBluebird

Senin, 12 Okt 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Okt 2026 19:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemesanan melalui aplikasi MyBluebird kini berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap total pemesanan Bluebird dari seluruh k…

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

Senin, 12 Okt 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan…

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengawasan operasional dan menegaskan komitmennya,…