SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Derby Jawa Timur akan kembali memanas di pekan ke-13 Indonesia BRI Super League 2025/2026, yakni akan menyajikan partai klasik yang sarat gengsi, Persebaya Surabaya melawan Arema FC.
Pertandingan akbar ini akan digelar pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Laga ini bisa disaksikan secara langsung melalui Indosiar dan Vidio.
Pertemuan dua rival klasik ini makin menarik karena kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin di klasemen sementara. Persebaya menempati posisi 8, sementara Arema FC berada tepat di bawahnya.
Namun, duel kali ini memiliki beban emosional yang lebih besar bagi Persebaya. Pasalnya, posisi Persebaya di bawah asuhan Eduardo Perez Moran, masih belum stabil. Bahkan, Eduardo Perez menegaskan bahwa seluruh elemen tim memahami besarnya tekanan pertandingan melawan Arema FC tersebut.
Apalagi tekanan besar, juga ada pada bursa taruhan. Dikutip dari Asianbookie.com, pada Jumat (21/11/2025), Persebaya Surabaya masih diunggulkan, meski tipis. Hal ini berbeda dari bursa Taruhan sebelumnya, bila melawan Arema.
Dari catatan Asianbookie, pertandingan musim lalu, asian handicap bila Persebaya melawan Arema, bisa mencapai 0 : 1/2 atau bahkan 0 : 3/4. Namun, pada pertandingan Sabtu sore nanti, handicap Persebaya hanya ngevoor 1/4 bola.
Dengan koefisien peluang Persebaya 1.825 dan Arema justru diberi koefisien 1.975. Artinya, rumah taruhan Asianbookie.com, melihat performa Persebaya dan Arema musim ini cukup ketat.
Melihat performa Persebaya, terbilang masih naik turun. Sedangkan, Arema memiliki keunggulan memiliki penyerang yang cukup ditakuti, dan kini berstatus top skor sementara BRI Super League.
Persebaya Tak Ingin Kehilangan Muka
Persebaya berada dalam fase penting untuk menjaga konsistensi permainan, dan laga besar menghadapi Arema FC menjadi ujian selanjutnya. Eduardo Perez memastikan skuadnya mempersiapkan diri dengan serius sembari tetap menjaga ritme positif. Menurutnya, derby ini bukan hanya soal tiga poin di Liga 1. Ada kebanggaan, sejarah panjang, dan atmosfer penuh gengsi yang menyelimuti pertandingan tersebut.
Pelatih asal Spanyol itu menganggap duel kontra Arema sebagai salah satu laga yang mewakili identitas klub. Rivalitas dua tim Jawa Timur itu menghadirkan tensi tinggi yang bisa memengaruhi performa. Oleh karena itu, Persebaya menempatkan fokus penuh agar dapat mengontrol jalannya pertandingan sesuai rencana permainan yang telah disiapkan.
Eduardo Perez menyadari bahwa Derby Jawa Timur selalu memiliki atmosfer berbeda dibanding laga-laga lainnya. Dia menegaskan bahwa timnya tengah masuk ke tahap persiapan paling serius untuk menghadapi Arema FC. “Kami sedang mempersiapkan diri untuk lawan Arema dan melanjutkan rencana permainan untuk duel lawan Arema FC,” ujarnya, dikutip dari ileague.id.
Menurutnya, tekanan dalam derby tak hanya datang dari aspek teknis permainan, melainkan juga dari beban emosional yang melibatkan suporter kedua tim. Atmosfer itu, dalam pandangan sang pelatih, membuat laga ini melampaui status pertandingan biasa. “Ini derby. Saya tahu rivalitas antara Arema dan Persebaya. Bagi kami, ini pertandingan yang sangat penting. Saya rasa bahwa ini seperti duel El Clasico dan orang-orang selalu memperhatikan duel klasik ini,” kata Eduardo.
Arema Kehilangan 3 Pemain Kunci
Arema FC dipastikan tidak akan diperkuat oleh tiga pemain pilarnya saat menghadapi Persebaya Surabaya. Absennya Arkhan Fikri menjadi salah satu kerugian besar bagi Singo Edan, karena ia sedang memperkuat Timnas Indonesia U-22. Kehilangan pemain muda berbakat ini tentu akan mempengaruhi kreativitas lini tengah Arema.
Selain Arkhan Fikri, dua gelandang lainnya, Bayu Setiawan dan Julian Guevara, juga tidak bisa dimainkan. Keduanya masih menjalani sanksi larangan bermain tiga pertandingan. Sanksi ini didapatkan setelah mereka menerima kartu merah langsung dalam laga sebelumnya, membuat opsi di lini tengah Arema FC semakin terbatas.
Kondisi ini memaksa pelatih Marcos Santos untuk mencari alternatif pemain yang siap mengisi posisi-posisi vital tersebut.
Selain absennya tiga pilar di lini tengah, Arema FC juga tengah mengalami krisis di posisi bek sayap. Achmad Maulana harus menepi karena mengalami cedera ACL yang cukup serius. Cedera ini membuat stok bek sayap murni Arema FC sangat minim.
Saat ini, hanya tersisa dua bek murni yang bisa diandalkan, yaitu Rifad Marasabessy dan Johan Ahmad Farisi. Situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat intensitas tinggi dalam pertandingan Persebaya vs Arema. Pelatih Marcos Santos harus cermat dalam memilih pemain dan merancang pertahanan yang solid.
Head to Head Unggul Persebaya
Catatan head-to-head menunjukkan dominasi kuat Persebaya Surabaya atas Arema FC sejak musim 2022. Dalam enam pertemuan terakhir, Persebaya berhasil meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara itu, Singo Edan belum sekali pun meraih kemenangan dalam periode tersebut, sebuah rekor yang ingin mereka patahkan.
Meskipun demikian, Arema FC menunjukkan performa yang cukup produktif dan agresif dalam lima laga terakhir BRI Super League 2025/26. Mereka berhasil mencetak tujuh gol dan meraih tujuh poin. Namun, lini belakang mereka juga rapuh dengan kebobolan sembilan gol, yang menjadi pekerjaan rumah bagi Marcos Santos. Ids/rmc
Prakiraan Susunan Pemain:
Persebaya Surabaya: Ernando Ari (GK); Arief Catur, Kadek Raditya, Dame Dimov, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Tony Firmansyah, Malik Risaldi; Gali Freitas, Mihailo Perovic, Bruno Moreira ©.
Pelatih: Eduardo Perez
Arema FC: Muhammad Ady Satryo (GK); Johan Alfarizi ©, Luis Gustavo, Matheus Prado, Rifat Marasabessy; Gideon Balinsa, Arkhan Fikri, Matheus Blade; Paulinho Moccelin, Dalberto Luan Belo, Ian Puleio
Pelatih: Marcos Santos
Editor : Moch Ilham