ANALISA BERITA

Forum Debat Capres-Cawapres akan Efektif Diadakan di Kampus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

i

SURABAYAPAGI, Jakarta - Saat ini para pengamat dan akademisi mendorong wacana debat antar kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang bertarung di Pemilu 2024 dilakukan di kampus-kampus.

Capres-cawapres masuk kampus lebih mampu mengeksplorasi wawasan, pemikiran, dan pengetahuan para kandidat. Hal ini juga akan lebih efektif daripada debat resmi di televisi yang terbatasi waktu hanya beberapa jam saja.

Atas usulan itu, saya sepakat dengan wacana itu. Ujian wawasan di depan akademisi perguruan tinggi dinilainya bisa menguliti alam pikiran para kandidat terhadap masa depan Indonesia.

Saya kira ke depan harus ada forum terbuka yang mempertemukan para kandidat untuk membicarakan apa yang mereka bayangkan soal Indonesia masa depan, apa yang kandidat ingin perjuangkan untuk Indonesia.

Forum debat antara kandidat dengan para pengajar dan mahasiswa, mampu menjadi solusi atas persoalan waktu yang terbatas pada debat resmi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di media-media televisi selama ini.

Waktu kampanye yang terbatas 75 hari dan debat capres melalui KPU di televisi selama ini tidak cukup waktu untuk mendapatkan gambaran utuh soal pandangan capres soal Indonesia masa depan.

Forum tersebut, juga penting untuk melihat seperti apa visi misi politik dan program kebijakan yang diusung oleh para kandidat capres-cawapres secara lebih detail dan menyeluruh. Bahkan kalau perlu melibatkan pihak-pihak lain yang relevan, kompeten, dan independen.

Tentunya lebih baik lagi jika bisa selain melibatkan pihak kampus, juga lembaga riset serta media karena lebih independen, selain relevan dan kompeten.

(Lewat keterangannya yang dikutip dari laman liputan6.com, Selasa (15/3/2023).

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…