Kemenkeu Yakin Pemilu Memberikan Banyak Dampak Pada Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu, Abdurohman.
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu, Abdurohman.

i

SURABAYAPAGI.COM, Bogor - Pemilu yang akan diadakan pada 2024 mendatang, tidak bisa lepas dari kebutuhan anggara yang besar. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan bahwa anggaran untuk pemilu sendiri dapat memberikan banyak dampak.

Abdurrohman selaku Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu menyatakan bahwa anggaran pemilu ini dapat meningkatkan konsumsi.

"Kalau hitung-hitungan kami untuk dampak pemilu itu bisa kita pilih menjadi dampak yang sifatnya langsung berupa alokasi belanja pemilu pada 2023 dan 2024. Jadi dampak langsungnya akan masuk ke konsumsi," kata Abdurrohman, Senin (25/9/2023).

Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut sifatnya akan langsung ke konsumsi pemerintah. Adapun sebagian akan menjadi konsumsi masyarakat mengingat anggaran pemilu tersebut tersalurkan juga sebagai honor petugas pemilu.

Lalu untuk efek pemilu lainnya akan mendorong belanja yang dilakukan calon legislatif (caleg) dengan asumsi rata-rata pengeluaran Rp 1 miliar per orang dan caleg DPRD berkisar Rp 200 juta. 

"Hitung-hitungan kami pada tahun sebelumnya itu sekitar delapan ribu caleg. Jadi kalau pengeluaran partai atau caleg lembaga non profit dan juga akan mendorong konsumsi masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Abdurohman menyebut, juga ada tambahan PDB pada 2023 sekitar 0,2 persen. Lalu juga nanti pada 2024 diperkirakan hingga 0,27 persen.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai dampak pemilu jika mengulas dari tahun-tahun sebelumnya cenderung bervariasi. 

"Pada 2019 cenderung bias karena menghadapi situasi perang dagang global dan dampaknya kepada rupiah cenderung pelemahan menjelang pemilu," kata Josua. bg-1/Ac

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…