Polda Jatim Terjunkan Ribuan Anggota di Daerah Rawan Pemilu

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polda Jatim menggelar apel terakhir pergeseran pasukan dalam rangka BKO ke wilayah-wilayah rawan untuk mengamankan Pemilu 2024. Ada 1.013 personel Polda Jatim yang BKO ke sejumlah polres yang membutuhkan penebalan pengamanan.

Apel yang digelar di Lapangan Polda Jatim itu dipimpin Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim.

Kapolda Jatim dalam arahannya mengatakan, Polda Jatim menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat mantap Brata Semeru 2023-2024 dalam rangka pengamanan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 di wilayah hukum Polda Jatim.

"Beberapa hari ke depan kita akan memasuki tahapan penting dari tahapan Pemilu Serentak 2024, yaitu tahap pungut dan hitung suara tanggal 14 Februari 2024," kata Imam, Minggu (11/2/2024).

Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto mengungkapkan pihaknya menerjunkan ribuan personel saat memasuki masa tenang Pemilu 2024. Ribuan personel itu akan disebar di sejumlah titik rawan.

"Kami upayakan mitigasi dan sudah tambah daerah rawan di mitigasi Sumenep dan 5 hari lalu sudah berangkat ke kepulauan di Kabupaten Sumenep," kata Imam.

Imam mengimbau masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa saat masa tenang pemilu. Masa tenang Pemilu sendiri akan berlaku Minggu (11/2) hingga 13 Februari mendatang.

"Minggu tenang besok dan para paslon tidak ada agenda, untuk minggu tenang ini kami imbau pada masyarakat beraktivitas seperti biasa dan (diharapkan) tidak terjadi kasus-kasus yang terhubung dengan pelaksanaan hari puncak (Pemilu 2024)," ujarnya.

Sementara itu, Karo Ops Polda Jatim Kombes Puji Santosa mengatakan ribuan personel telah dipersiapkan pada apel terakhir pagi ini. Seluruhnya, akan diberangkatkan pada Minggu (11/2) nanti ke sejumlah titik.

"Hari ini apel dan pengecekan terakhir, total 1.013 personel, besok akan laksanakan pemberangkatan ke lokasi masing-masing," tutur Puji.

Ia menyebut ribuan personel itu bakal dikirim ke 6 titik. Diantaranya Banyuwangi Kota, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

"Untuk Madura, seluruh kabupaten kita BKO sesuai permintaan dari kapolres masing-masing. Untuk pulau Madura kita berikan penambahan sekitar 750 personel terbagi menjadi 4 kabupaten," jelasnya.

"Kita bekali mereka dengan anggaran atau uang saku dan uang makan, obat-obatan atau kesehatan, mereka wajib bawa jas hujan, senter, dan lain sebagainya, kami juga berikan buku panduan untuk melaksanakan tugas pam (pengamanan) di sana," imbuh dia.

Ia memastikan seluruh personel yang diberangkatkan harus netral. Terutama saat pelaksanaan pemilu di hari H nanti atau Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

"Polri harus netral dan tidak ikut menghitung hasil pungut (pemungutan suara) pada saat pencoblosan itu, jadi mereka tidak diperbolehkan, yang penting hanya mengamankan bagaimana pelaksanaan pencoblosan aman damai sesuai aturan yang berlaku," tandas Puji. S-01/ham

Tag :

Berita Terbaru

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Selesaikan Persoalan di Kota, Pemkot Surabaya Kembali Gelar Inovboyo 2.0

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu program yang sedang digencarkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Surabaya, Pemerintah Kota…

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Kendalikan Harga Bapokting, Pemkot Gelar Sidak di Lima Stand Pasar di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menindaklanjuti adanya temuan komoditas minyak goreng bersubsidi dan daging yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),…

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Maraknya Kasus Bullying, Pemkot Dampingi Keluarga Bocah Difabel yang Meninggal di Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus bullying yang menimpa bocah penyandang disabilitas bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10), saat ini Pemerintah…

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 13 ribu ekor anak ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun gosong akibat…

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momen kemarau panjang di Kabupaten Magetan justru menjadikan fenomena unik. Salah satunya debit air menyusut di aliran Sungai…

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Di tengah kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU yang kini viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember masih mengkaji kemungkinan…