Jalan Suko-Masangan Wetan Dibeton, Warga Senang Keluhannya Direspon Bupati Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi jalanan di Desa Suko-Masangan Wetan, Sidoarjo yang rusak banyak dikeluhkan warga sekitar dan para pengendara, Rabu (13/03/2024). SP/ HIKMAH
Kondisi jalanan di Desa Suko-Masangan Wetan, Sidoarjo yang rusak banyak dikeluhkan warga sekitar dan para pengendara, Rabu (13/03/2024). SP/ HIKMAH

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terus kebut proyek betonisasi ruas jalan yang menghubungkan antar desa maupun kecamatan. Dari 20 ruas jalan yang ditargetkan rampung dikerjakan tahun 2024 ini, salah satunya adalah jalan Desa Suko-Masangan Wetan, Rabu (13/03/2024).

Betonisasi di ruas jalan Desa Suko - Masangan wetan, Kecamatan Sukodono itu dilakukan sebagai upaya peningkatan jalan dari aspal ke jalan beton. Peningkatan itu dikarenakan jalan desa tersebut sering mengalami kerusakan. Panjang jalan yang akan dibeton 2.650 meter dengan lebar jalan 6 meter. 

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintah Desa (Pemdes) Masangan Wetan, Afif mengatakan, warga Masangan Wetan mengaku senang karena keluhannya diperhatikan Bupati Sidoarjo.

Afif juga menyampaikan, selama ini warga mengeluhkan kerusakan jalan di desanya tersebut. Pihak desa pun juga sudah melaporkan ke Pemkab Sidoarjo tentang kondisi jalan yang berlubang. 

“Respon warga senang setelah mendapat kabar kalau dalam waktu dekat akan ada proyek betonisasi di Desa Masangan Wetan. Warga merasa diperhatikan Bapak Bupati karena keluhannya ditanggapi,” ujarnya, Rabu (13/03/2024).

Pemdes Masangan Wetan kata Afif akan segera mengumpulkan masyarakat terkait rencana proyek betonisasi. Namun, pihaknya menunggu pengumuman resmi dari Pemkab Sidoarjo.

"Jalan yang akan dibeton ini adalah hal yang dinanti-nanti oleh masyarakat. Kami bersama warga akan mendukung penuh program Bapak Bupati. Jika nanti sudah ada pengumuman resmi,kita akan kumpulkan warga untuk mengatur skema lalu lintas selama pengecoran," ujarnya.

Jalan Suko-Masangan Wetan merupakan jalan penghubung antar desa. Meski jalan alternatif namun lalu lintasnya cukup padat. Afif mengatakan, jalan yang bergelombang dan berlubang membuat arus lalu lintas warga menjadi terganggu dan membahayakan.

"Jalan alternatif ini termasuk akses utama dari Desa Suko-Masangan Wetan. Jalan yang berlubang dan bergelombang membuat aktifitas warga menjadi terhambat. Nanti kalau sudah di beton, saya yakin aktivitas warga jadi lancar,” ujar Afif.

Proyek betonisasi menurut Afif akan banyak manfaat yang didapatkan masyarakat, terutama segi perekonomian. Lancarnya arus lalu lintas dapat meningkatkan usaha-usaha kecil menengah atau UMKM untuk bisa lebih berkembang.

"Nantinya, saya harapkan perputaran perekonomian pasca betonisasi akan menjadi lebih baik khususnya warga Masangan Wetan dan Suko. Tiap pagi di depan balai desa terdapat pasar, sehingga warga yang mau ke pasar tidak perlu melewati jalan yang berlubang dan pasar menjadi ramai lagi. Kalau ramai pembeli, pedagang pasti ikut senang," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Pemkab Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menyampaikan progres rencana betonisasi di ruas jalan Suko-Masangan Wetan. Proyek tersebut kata Eko sudah memasuki tahap siap dikerjakan karena SPK (Surat Perintah Kerja) sudah dikeluarkan Dinas PU Bina Marga dan SDA.

“Kurang lebih lama pengerjaannya sekitar 6 bulan. Panjang jalan yang dibeton 2,6 km dan lebarnya 5 meter. Lebih lebar dari sekarang yang hanya sekitar 4-5 meter,” jelas Eko.

Eko meminta kepada masyarakat untuk bersabar selama proyek betonisasi berlangsung. Karena jalan tersebut akan ditutup total dan lalulintas akan diarahkan ke jalan alternatif lainnya. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengumumkan ke Pemdes Masangan Wetan.

“Dalam waktu dekat akan kita sosialisasikan rencana betonisasi kepada Pemdes dan warga Masangan Wetan. Kami mohon masyarakat bersabar selama proyek berlangsung, tidak lama sekitar 6 bulan targetnya rampung,” pungkas Eko. Hik/Son/Ir

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…