Cegah Stunting, PLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tamsin, salah satu anggota Kelompok Masyarakat Desa Karangkates, Kabupaten Malang sedang memanen telur dari ayam petelur program Zero Stunting Eggcellent. Foto/Humas PLN
Tamsin, salah satu anggota Kelompok Masyarakat Desa Karangkates, Kabupaten Malang sedang memanen telur dari ayam petelur program Zero Stunting Eggcellent. Foto/Humas PLN

i

SurabayaPagi, Malang - PT PLN (Persero) terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting, salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Zero Stunting Eggcellent yang diluncurkan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Program ini bertujuan untuk menyediakan akses gizi yang lebih baik, terutama bagi anak-anak yang terindikasi stunting.

Program Zero Stunting Eggcellent di Desa Karangkates berfokus pada pemberdayaan komunitas dengan memberikan bantuan 2.000 ekor ayam petelur kepada kelompok masyarakat desa. 

Hasil telur dari ayam-ayam ini kemudian dibagikan secara gratis kepada 250 anak terindikasi stunting setiap harinya selama 6 bulan, sementara sisanya dijual untuk membantu kemandirian ekonomi kelompok pengelola ternak.

Salah satu warga Desa Karangkates, Hermin menyambut baik program ini. Dengan penuh semangat dirinya menyampaikan bahwa melalui program ini warga desa kini dapat memperbaiki dan mencukupi kebutuhan gizinya.

"Anak saya sekarang terbiasa mengkonsumsi protein harian dari telur gratis ini, sangat membantu untuk kecukupan gizi," ujarnya.

Selaras dengan Hermin, Plt. Bupati Malang, Didik Gatot Subroto juga menyampaikan apresiasinya atas upaya yang telah dilakukan PLN dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

"Ini adalah amanah kemanusiaan. Warga terbantu dengan pemasukan dari penjualan telur, anak-anak terbantu asupan gizinya, dan telur juga bisa dibeli dengan harga murah. Kami ucapkan terima kasih kepada PLN, semoga program ini terus berlanjut sehingga bukan hanya memberikan dampak signifikan dalam pengentasan stunting, namun juga menciptakan ekonomi sirkular di Desa Karangkates dan sekitarnya," ungkapnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa sepanjang 2024 PLN telah memberikan bantuan kepada 1.533 anak melalui program penanganan stunting di seluruh Indonesia. 

Program-program yang telah dilakukan meliputi pemberian nutrisi makanan tambahan pada anak, pemeriksaan ibu hamil dan kesehatan anak, antropometri, serta edukasi kesehatan.

“Pendekatan holistik dalam menangani stunting ini mencakup lebih dari sekadar edukasi gizi dan pemberian nutrisi tambahan. PLN juga memberdayakan masyarakat setempat melalui program yang menciptakan ekonomi sirkular, bekerja sama dengan yayasan serta Non-Governmental Organization (NGO) yang berpengalaman,” ujarnya.

Darmawan menambahkan, Program Zero Stunting Eggcellent di Desa Karangkates ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi sirkular di wilayah tersebut, sehingga dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat. 

Sejak diluncurkan pada Juli 2024, program ini telah mencetak 40 kader desa yang bertugas untuk mengawal keberlanjutan program, seperti memastikan distribusi telur berjalan lancar dan melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala.

“Bantuan ini diharapkan menghasilkan omzet hingga Rp1,8 juta per hari bagi kelompok masyarakat yang mengelola ternak. Pendapatan tersebut digunakan untuk biaya pakan, pemeliharaan, dan keberlanjutan program,” lanjut Darmawan.

PLN berharap program Zero Stunting Eggcellent dapat menjadi model yang berkelanjutan dan memberikan dampak signifikan dalam pengentasan stunting di berbagai daerah di Indonesia. Program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan pertumbuhan anak-anak yang terlibat dapat meningkat dengan baik.

“Selain untuk anak-anak, telur dari program ini juga dijual dengan harga subsidi kepada warga miskin sekitar desa, dengan harapan bisa meningkatkan asupan gizi masyarakat secara umum,” ungkap Darmawan. Byb

Berita Terbaru

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Masjid Al-Millah Sidoarjo menggelar acara gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah mabit (bermalam di masjid) yang m…

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…