Support Kampung Hidroponik, Warga Kendangsari Antusias Dapat Alat Penjernih Air Selokan

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah memberikan support penuh terhadap pengembangan kampung hidroponik yang terletak di Kampung Kendangsari RW 05, Kecamatan Tenggilis, Surabaya. Kampung yang selama ini bisa menghasilkan aneka sayuran untuk kebutuhan warganya sendiri ini bisa tersenyum lebar karena juga mendapat bantuan dari kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berapa alat penjernih air selokan.

Berkat alat penjernih air selokan warga sekarang tidak kesulitan air bersih untuk menyiram tanaman dan keperluan sehari-hari seperti nyuci dan mandi. Karena air comberan dari selokan dapat dijernihkan dengan alat yang bernama Unusa Water tersebut.

Alat dengan teknologi sederhana ini mampu memfilter air selokan menjadi air jernih. Sumber air di selokan ditampung lebih dulu dengan proses filterisasi dengan bahan alam.

Mulai dari pasir, karbon aktif atau arang, batuan-batuan zeolit dan bahan lain dalam sebuah tampungan di selokan. Inilah pre filtrasi untuk memisahkan lumpur. Kemudian akan difiltrasi hingga ditampung di tandon.

Hasil filtrasi air selokan itu akan mendapatkan air yang jernih dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sanitasi dan kebutuhan harian warga lainnya.

"Alhamdulillah warga senang. Tak lagi pusing untuk kebutuhan siram-siram tanaman di kampung hidroponik," kata Marto, Ketua RW 05, Minggu (31/8).

Selain itu bisa juga untuk cuci motor. Warga meyakini bahwa nantinya makin luas pemanfaatannya. Bahkan diproyeksikan untuk keperluan cuci pakaian hingga mandi. Tapi sementara masih untuk siram-siram.

Warga bisa memanfaatkan air selokan untuk keperluan harian setelah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa memberi bantuan Unusa Water. Tetapi, penting untuk diingat juga bahwa keberhasilan ini juga bergantung pada partisipasi aktif dan perawatan bersama dari seluruh masyarakat.

Dalam acara tersebut, terut hadir Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie bersama Ketua LPPM Unusa Achmad Syafiuddin. Selain itu, keberadaan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah yang turut serta berpartisipasi dalam agenda itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk terlibat langsung dalam solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti, adanya nilai manfaat dari alat yang ramah lingkungan itu.

"Masyarakat Kendangsari tak lagi pusing melihat hidroponik dan tanaman pot nya mati karena kesulitan air untuk menyiram. Sudah ada tandon dari selokan yang aman, mudah dan praktis untuk siram-siram. Tolong alatnya dijaga dan dimanfaatkan bersama," kata Laila.

Alat pengolah limbah cair itu memang mampu mengubah air kotor atau comberan menjadi air bersih. Layak digunakan untuk sanitasi, mandi, bahkan untuk menyiram tanaman. Dengan selokan air yang melimpah bisa diolah dan hasilnya untuk menyiram tanaman dengan air layak dan bersih.

Laila mengapresiasi warga dan kampus Unusa yang bersinergi untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan di kampung Kendangsari. Politisi PKB ini mendukung penuh upaya sinergi dengan semua pihak.

Membangun Kota Surabaya ini harus secara bersama-sama. "Kampung Kendangsari telah menunjukkan kebersamaan bangun kota. Pihak ketiga melalui CSR atau program penguatan yang lain harus makin diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat," kata Laila.

Tidak bisa membangun kota Surabaya hanya mengandalkan peran pemerintah. Menggantungkan kekuatan APBD. Semua pihak termasuk swasta dan pihak ketiga harus ikut mensupport dan mendukung program membangun Kota Pahlawan.

Diharapkan makin banyak pihak ketiga dari lapisan masyarakat selain Unusa yang terus berkontribusi dalam membangun Kota Surabaya dari berbagai segi. Tidak harus menunggu hal besar. Bisa dimulai dari kampung ke kampung.

Laila juga meyakini bahwa banyak pihak, baik itu sektor swasta, universitas, maupun individu-individu ataupun masyarakat yang peduli, dapat turut serta berkontribusi dalam membangun kota, untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam pengembangan inovasi yang berkelanjutan ini.

Selain membantu alat penjernih air selokan comberan menjadi air bersih dan layak pakai, kampus Unusa juga memberikan bantuan insinerator. Teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Bahan bakarnya bisa dari minyak jelantah. Alq

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…