Wali Kota Bergelar Rentengan, Ternyata Diduga Pemeras!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Madiun, Dr Drs H Maidi, SH, MM, MPd, ditangkap KPK. Gelarnya rentengan! Kenapa ya yang diamankan saat OTT hanya ratusan juta.

Maidi, ditangkap bareng  15 orang.

"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," tambah Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Dalam OTT itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang.

"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai," kata Budi. Jumlahnya ratusan juta.

Dalam laporan yang dilihat Senin (19/1/2026), Maidi memiliki total kekayaan senilai Rp 16,9 miliar atau tepatnya Rp 16.926.129.519.

Paling besar hartanya dalam bentuk properti tanah dan bangunan senilai Rp 16.074.000.000. Dia tercatat memiliki 19 properti yang umumnya terletak di Madiun. Ada juga propertinya di Ngawi serta Magetan.

Maidi memiliki garasi senilai Rp 647.000.000 yang terdiri dari 7 kendaraan. Terdiri dari 4 mobil dan 3 sepeda motor. Kendaraan paling mahal tercatat mobil Honda CR-V tahun 2015 dengan nilai Rp 225 juta.

Sosok Walikota Madiun itu juga memiliki harta bergerak senilai Rp 95.825.000 dan juga uang tunai dalam simpanan kas senilai Rp 1.408.588.959.

Kepemilikan hartanya bila ditotal senilai Rp 18.225.413.959. Hanya saja dia tercatat memiliki utang Rp 1.299.284.440.

 

***

 

Gelar Maidi berjejer dari Dr Drs, SH, MM. Maklum, ia mengawali karir sebagai guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun.

Sindiran teman saya, dengan gelar panjang, ditangkap KPK karena pemerasan dan hanya bawa uang ratusan juta, layak disebut Wali kota bodoh dan tamak.

Bandingkan dengan  Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, pada Rabu (10/12/2025). Ardito Wijaya, ditangkap beserta uang ratusan juta rupiah hingga ratusan gram emas logam mulia .

yakni Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Abdul Azis terjaring OTT KPK pada 7 Agustus 2025 atau kurang dari enam bulan setelah menjabat. Abdul Azis disangkakan menerima suap terkait proyek pembangunan rumah sakit tipe C dengan total anggaran Rp 126,3 miliar.

 Melalui bawahannya, ia diduga meminta commitment fee sebesar 8 persen atau sekitar Rp 9 miliar dari rekanan proyek.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka pemerasan terhadap dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan, dan kawasan permukiman dan pertanahan (PUPR PKPP) pada 5 November 2025.

Ia diduga meminta imbalan dari penambahan anggaran tahun 2025 yang naik dari Rp 71,6 miliar menjadi Rp 177,4 miliar, dengan fee 5 persen atau sekitar Rp 7 miliar dari para kepala UPT wilayah jalan dan jembatan.

Selanjutnya, pada 7 November 2025, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK. Uang Rp 500 juta turut disita dalam OTT tersebut. Ia tidak hanya disangka menerima suap terkait mutasi dan promosi jabatan, tetapi juga proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Harjono Ponorogo.

Dalam suap mutasi dan promosi jabatan itu, Sugiri disebut mendapatkan uang senilai Rp 900 juta, sedangkan dalam proyek pembangunan RSUD, Sugiri mendapatkan fee sebesar 10 persen dari nilai proyek atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Kenapa yang disita dari Wali kota Maidi, hanya ratusan juta?. Apa ia lihai sembunyikan barang bukti dengan berpredikat pejabat merentengi gelar. Fakta sementara seperti itu.

 

***

 

Mengumpulkan banyak gelar (S1, S2, S3, DR ) menunjukkan seseorang itu tekun, kerja keras, manajemen waktu, dan dorongan kuat untuk terus belajar.

Pejabat dengan gelar panjang seringkali memiliki pemahaman teoritis mendalam di berbagai area, yang bisa mendukung pengambilan keputusan.

Apa hubungan gelar Panjang dan "Kepintaran" dalam Konteks Pejabat seperti Wali Kota Madiun?

Bisa jadi alat branding: Maklum, di dunia politik, gelar akademik bisa menjadi "branding" untuk membangun citra kredibel dan berintegritas, meskipun tidak selalu mencerminkan kecerdasan praktis.

Kini muncul pejabat yang punya banyak gelar tapi terlibat korupsi . Bisa jadi reputasinya palsu. Gelar akademik panjang jadi bukan jaminan ia berintegritas.

Pintar dalam konteks pejabat tidak hanya soal gelar, tapi juga integritas, kebijaksanaan, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan masalah nyata, yang tidak selalu terukur dari jumlah gelar.

Kasus Wali Kota Madiun iini perlahan menjadi normalisasi. Orang berlomba-lomba mengikuti berbagai pelatihan bukan semata untuk meningkatkan kompetensi, melainkan demi menambah “gelar” di belakang nama. Padahal, secara hukum, norma, dan etika, tindakan ini jelas keliru. Gelar akademik memiliki dasar hukum yang kuat dan hanya dapat diberikan oleh perguruan tinggi yang sah. Menyematkan sertifikasi sebagai gelar ternyata bukan hanya menyesatkan publik,

tapi mengusik regulasi umum. Apakah Wali Kota Madiun ini hanya menguber ketentuan administratif melalui Surat Edaran BKN, yaitu:

SE BKN Nomor 15 Tahun 2024 tentang pencantuman gelar akademik dan vokasi dalam dokumen kepegawaian? . Juga

SE BKN Nomor 3 Tahun 2025 yang memperjelas prosedur dan tata cara pencantuman gelar pada dokumen resmi ASN? Walahualam.

Ini bisa dianggap penyalahgunaan gelar akademik.

Bukti, memiliki gelar akademik panjang tidak otomatis menjadikan seseorang pintar secara absolut. Maidi, tidak terlalu menunjukkan dedikasi tinggi pada pendidikan.

Apakah banyak gelar yang dimilikinya hamya sebagai alat branding? Walahualam

Nama baiknya tercoreng karena skandal pemerasan.

Wali Kota Madiun Maidi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait kasus dugaan fee proyek dan dana CSR di Kota Madiun, bisa dijadikan contoh. ([email protected])

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…