Akses Pudak-Pulung Ponorogo Diterjang Longsor, Tak Ada Korban Jiwa dan Materi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi akses jalan penghubung Kecamatan Pudak dan Pulung, Ponorogo, petugas gabungan bersama warga mulai membersihkan material longsor. SP/ PNG
Kondisi akses jalan penghubung Kecamatan Pudak dan Pulung, Ponorogo, petugas gabungan bersama warga mulai membersihkan material longsor. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo, JAwa Timur mengakibatkan sebagian akses tebing jalan penghubung Kecamatan Pudak dan Pulung, diterjang material longsor pada Minggu (5/4/2026) sore, kemarin. Meski akses jalan tersebut masih bisa dilalui pengendara, namun harus tetap berhati-hati.

Diketahui, peristiwa longsor terjadi di Dukuh Tumpakrejo RT 05/RW 02, Desa Tambang, Kecamatan Pudak. Material longsoran berasal dari ladang milik warga setempat pada sekitar pukul 14.15 WIB. Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 6 meter dengan tinggi tebing mencapai 7 meter.

"Longsoran menutup sebagian badan jalan, namun untuk sementara masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat," ujar Pamapta I Polres Ponorogo, John Anderson Batara Aryasena, Snein (06/04/2026).

Sementara itu penyebab kejadian bermula saat wilayah Pudak diguyur hujan deras sejak siang hari. Kondisi tanah yang labil membuat tebing tidak mampu menahan debit air hingga akhirnya longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi dalam peristiwa tersebut. Namun, petugas tetap melakukan penanganan awal guna mengantisipasi risiko lanjutan.

Sejumlah personel Polsek Pudak bersama perangkat desa dan warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi material longsor serta memasang rambu peringatan bagi pengguna jalan. Namun untuk proses pembersihan material longsor baru akan dilakukan pada Senin (6/4/2026) esok pagi, mengingat hujan masih mengguyur lokasi kejadian.

"Kami bersama warga membantu evakuasi dan memasang tanda peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas. Pembersihan akan dilakukan besok pagi karena kondisi saat ini masih hujan," ujarnya. pn-02/dsy

Berita Terbaru

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak terus didorong oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Timur. Organisasi t…

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota pahlawan. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYA PAGI, Bandung- Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan meter air di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023 kembali mencuat. Tim…

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…