Dipadati Pembeli Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Pasar Pamekasan Tembus Rp35 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Suasana  pasar hewan dipadati pedagang dan pembeli di Pamekasan. SP/ PMK
Ilustrasi. Suasana  pasar hewan dipadati pedagang dan pembeli di Pamekasan. SP/ PMK

i

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, menjadi momentum pedagang sapi kurban meraih pundi-pundi cuan. Tampak di Pasar Keppo, aktivitas jual beli sapi di Pamekasan mulai meningkat. Bahkan, sejumlah pasar hewan dipadati pedagang dan pembeli yang mulai berburu hewan kurban lebih awal.

Transaksi di pasar tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya, seiring bertambahnya permintaan dari masyarakat. Para pedagang menyebut, pembeli tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga sudah mulai melakukan pemesanan sapi kurban.

"Sekarang sudah mulai ramai. Banyak pembeli datang untuk survei, bahkan ada yang langsung pesan," ujar salah satu pedagang sapi di pasar tersebut, Senin (04/05/2026).

Meningkatnya permintaan berdampak pada harga sapi yang mulai merangkak naik. Untuk sapi ukuran sedang, harga berkisar Rp 22 juta hingga Rp 28 juta per ekor. Sedangkan sapi berukuran besar, terutama jenis unggulan seperti simmental dan limosin, bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 35 juta.

Lebih lanjut, peternak menyebut, kenaikan harga ini merupakan tren tahunan menjelang Idul Adha. Selain faktor permintaan, biaya pakan dan distribusi juga turut mempengaruhi harga di tingkat peternak. Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak dilaporkan relatif stabil. Pasokan sapi dinilai lebih aman setelah sebelumnya sempat terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sehingga, pemerintah daerah melalui dinas terkait juga melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan stok dan kesehatan hewan kurban tetap terjaga. Sementara itu, para pedagang memperkirakan puncak keramaian pasar sapi akan terjadi dalam dua hingga tiga minggu menjelang Idul Adha, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan lembaga keagamaan. pm-01/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…