Masa MPLS, Dinsos Madiun Terus Berupaya Penuhi Kuota Peserta Didik Sekolah Rakyat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. SP/ IST
Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. SP/ IST

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka memenuhi kuota peserta didik untuk Sekolah Rakyat yang belum terpenuhi, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun, Jawa Timur terus berupaya melakukan pendataan dan sosialisasi kepada keluarga penerima manfaat dalam beberapa pekan terakhir, karena Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung pada akhir Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi mengatakan, jika kuota sebanyak 270 kursi tersebut, terbagi untuk jenjang SD 90 anak, SMP sebanyak 90 anak, dan jenjang SMA juga 90 anak. Namun, untuk SD saat ini baru terpenuhi 32 siswa dari kuota 90 anak. Sementara jenjang SMP telah memenuhi kuota, sedangkan SMA baru terisi 85 siswa dari target 90 siswa.

"Dari total 270 kursi yang disediakan Kementerian Sosial untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, hingga kini baru sekitar 190 calon siswa yang terdaftar sesuai kriteria," ujarnya, Selasa (14/07/2026).

Namun, meski telah melakukan upaya sosialisasi tersebut, sebagian orang tua masih mempertimbangkan kesiapan anak untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama. Sehingga, untuk mendukung operasional tahun pertama, Sekolah Rakyat Madiun juga akan menampung sementara 90 siswa asal Kabupaten Ponorogo, karena sekolah serupa di daerah tersebut masih dalam tahap pembangunan.

Lebih lanjut, Supriyadi, memastikan MPLS akan dimulai pada 31 Juli 2026 sesuai hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Dan guna mempersiapkan kegiatan MPLS tersebut dan kegiatan belajar reguler, Kemensos bersama Dinsos Kabupaten Madiun melakukan cek kesehatan gratis bagi sebanyak 190 calon siswa Sekolah Rakyat Madiun yang telah terdata.

Diketahui adapun, Sekolah Rakyat Madiun dibangun di lahan eks bengkok di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun dengan luas mencapai 5,8 hektare. Saat ini sebagian gedung telah dapat digunakan, namun sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan terus dikebut guna mendukung proses belajar dan mengajar para siswa. md-01/dsy

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…