SURABAYAPAGI.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka buka suara soal dugaan perundungan yang dilakukan oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Perundungan tersebut diketahui viral di sejumlah platform media sosial beberapa waktu terakhir.
Gibran mengaku sangat menyesalkan perkataan oknum SPPG tersebut. Menurutnya, semua pihak wajib menjaga ruang publik yang ramah dan bebas dari praktik perundungan, terutama terhadap anak-anak.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” ungkap Gibran dalam unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9/2026).
Di sisi lain, Gibran mengatakan Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga asal Kabupaten Karo yang sempat mengalami hilang ingatan akibat keracunan MBG kini sudah pulang. Keduanya juga akan kembali sekolah setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSCM.
“Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali,” pungkasnya.
Sebagai informasi, beredar luas video seorang pria yang diduga pegawai SPPG melakukan perundungan terhadap korban keracunan MBG yang sempat hilang ingatan. Dalam video beredar, pria tersebut mengaku hilang ingatan setelah menyantap menu MBG.
“BTW gua makan chiken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70%,” ucap pria tersebut seraya tertawa, dikutip dari unggahan Instagram resmi Gibran.
Adapun sebelumnya, Gibran sempat menemui keluarga korban keracunan MBG. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta maaf kepada keluarga korban.
“Pak, saya yang minta maaf, Pak. Saya minta maaf sekali atas kejadian ini, kami pastikan anak-anaknya pulih semua ya. Sampai benar-benar sembuh total,” ucap Gibran dalam video tersebut. jk, erc
Editor : Redaksi