SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti ancaman penyakit influenza A di wilayah Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat tidak panik menyusul kesiapan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di kota setempat dengan pihak-pihak berwenang serta telah memperkuat tenaga medis.
"Siapkan tenaga medisnya agar mampu menghadapi segala situasi," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Kamis (24/09/2026).
Sehingga, fasilitas kesehatan di Surabaya selalu siap melayani penanganan berbagai jenis penyakit. Dan terkait menanggapi isu kapasitas rumah sakit yang sempat dikabarkan penuh, dirinya meluruskan bahwa keterisian ruang rawat inap bukan disebabkan oleh lonjakan pasien Influenza A.
"Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan fatality rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini (RS EC). Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau Puskesmas," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Billy Messakh.
Ia membeberkan bahwa peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan flu memang mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dari periode Januari - Agustus menuju September. Namun, penambahan tersebut masih dalam batas wajar dan penanganannya tidak sampai membutuhkan perawatan intensif berskala besar seperti masa pandemi COVID-19.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat berada di kerumunan, tempat tertutup, atau ketika merasa kurang sehat untuk mencegah penularan, serta mengimbau warga yang mengalami gejala ISPA seperti batuk, bersin, demam, dan lemas untuk segera beristirahat serta memeriksakan diri ke puskesmas terdekat apabila gejala berlanjut.
"Kalau memang ada gejala, jangan panik segera periksa ke puskesmas," katanya. sb-05/dsy
Editor : Redaksi