Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton, pupuk yang telah tersalurkan tercatat 1.558.082,1 ton. Artinya, masih terdapat 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menilai persoalan pupuk bersubsidi tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya stok. 

Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan pupuk benar-benar tersedia di wilayah yang membutuhkan dan dapat ditebus petani ketika memasuki masa tanam.

“Persoalan pupuk tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya stok. Tantangannya adalah apakah pupuk tersedia di wilayah yang membutuhkan, dapat ditebus petani yang berhak, tersedia sesuai musim tanam, serta tidak menambah kerumitan administrasi bagi petani,” kata Renny, Senin (21/9).

Data penyaluran menunjukkan NPK memiliki tingkat realisasi tertinggi, yakni 76,21 persen. Dari alokasi 961.695 ton, sebanyak 732.888,6 ton telah tersalurkan dan masih tersisa 228.806,4 ton.

Sementara Urea, yang memiliki alokasi terbesar mencapai 999.183 ton, baru tersalur 728.997,1 ton atau 72,96 persen. Dengan demikian, masih terdapat 270.185,9 ton Urea yang belum tersalurkan.

Jika Urea dan NPK digabung, masih terdapat sekitar 499 ribu ton dari dua jenis pupuk utama tersebut yang belum tersalur.

Renny menilai angka tersebut perlu dibaca secara lebih hati-hati. Sisa alokasi tidak otomatis menunjukkan kelangkaan maupun kegagalan distribusi.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi rendahnya serapan, mulai dari kalender tanam, kebutuhan masing-masing wilayah, kemampuan penebusan petani hingga persoalan administratif.

“Pertanyaan pentingnya bukan sekadar berapa persen pupuk telah tersalur, tetapi mengapa masih terdapat alokasi yang belum tersalur dan di mana posisi pupuk tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan apakah pupuk yang belum tersalurkan memang berada di wilayah yang belum memasuki masa kebutuhan atau justru berada di daerah yang petaninya membutuhkan pupuk tetapi menghadapi hambatan untuk melakukan penebusan.

*Serapan Organik Terendah*

Data juga memperlihatkan adanya perbedaan tingkat realisasi berdasarkan jenis pupuk.
Pupuk ZA baru tersalur 66,93 persen dari alokasi 10.995 ton, dengan sisa 3.636 ton. NPK Formula Khusus mencapai 73,86 persen dari alokasi 259 ton dengan sisa 67,7 ton.

Sedangkan pupuk organik menjadi jenis dengan persentase penyaluran terendah, yakni baru 61,64 persen. Dari alokasi 143.819 ton, baru 88.646 ton yang tersalur dan masih tersisa 55.173 ton.

Bagi Renny, persoalan tersebut perlu dilihat sampai tingkat petani. Sebab, Jawa Timur memiliki jumlah pelaku usaha pertanian yang besar.

Berdasarkan ST2023 yang disebutkan dalam bahan tersebut, Jawa Timur memiliki 5.507.720 petani dan 5.372.024 rumah tangga petani.

Karena itu, tata kelola pupuk bersubsidi menurutnya bukan sekadar persoalan distribusi barang, melainkan menyangkut kepentingan jutaan pelaku usaha pertanian.

 

Pemprov, lanjut dia, perlu memiliki dashboard yang memuat alokasi, stok, realisasi penebusan, sisa kuota, jumlah penerima, daerah dengan serapan rendah serta potensi kekurangan pupuk.

“Ketika ada daerah kekurangan, provinsi harus cepat mengetahui. Ketika ada alokasi tidak terserap, provinsi harus mengetahui penyebabnya. Dan ketika petani mengadu, harus ada jalur penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, kata Renny, dapat mengarahkan pengawasan pupuk bersubsidi pada lima ukuran, yakni tepat data, tepat alokasi, tepat waktu, tepat harga dan tepat penerima.

Pertama, meminta Dinas Pertanian Provinsi menyampaikan dashboard penyaluran per kabupaten/kota secara berkala.
Kedua, mendorong koordinasi cepat antara provinsi, kabupaten/kota, Pupuk Indonesia, distributor, kios dan kelompok tani ketika terjadi kekurangan stok atau ketidaksesuaian kebutuhan.

Ketiga, mengevaluasi mekanisme penebusan berdasarkan musim tanam agar pengendalian alokasi tidak justru menyulitkan petani dengan pola tanam berbeda.

Keempat, memastikan petani penggarap memiliki mekanisme akses yang jelas sehingga validasi tidak semata-mata berhenti pada persoalan kepemilikan lahan.

Kelima, memperkuat transparansi agar petani dapat mengetahui alokasi, pupuk yang telah ditebus dan sisa kuotanya secara mudah. rko

Realisasi NPK Tertinggi :
Banyuwangi — 94,64%
Pamekasan — 90,30%
Kota Surabaya — 89,27%
Kota Probolinggo — 88,01%
Kediri — 88,16%
Malang — 86,73%
Kota Madiun — 85,85%
Pasuruan — 84,75%
Probolinggo — 84,01%
Bondowoso — 83,21%

Realisasi Pupuk Terendah : s/d 1 September 2026
Bangkalan — 61,99%
Mojokerto — 59,28%
Sampang — 68,25%
Magetan — 68,58%
Sumenep — 66,30%

Berita Terbaru

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Masjid Al-Millah Sidoarjo menggelar acara gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah mabit (bermalam di masjid) yang m…

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…