SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui refleksi perobekan bendera dalam pertunjukan opera kolosal bertajuk “Merah Putih Bertanya" di Jalan Tunjungan Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anak muda (Gen Z) meneladani peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) pada 19 September 1945.
Pasalnya, peristiwa ini sebagai pengingat perjuangan para pahlawan dan Arek-Arek Surabaya yang berjuang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato pada 19 September 1945. Sehingga, perjuangan para pahlawan akan terus digelorakan hingga saat ini. Semangat itu juga menjadi bekal untuk memperjuangkan dan menjaga Kota Surabaya agar semakin baik lagi ke depannya.
“Selagi masih ada kemiskinan, anak putus sekolah, hingga premanisme, maka perjuangan kita tidak boleh berhenti. Kita harus bisa menjaga kota ini untuk anak cucu kita. Karena itu saya yakin, anak-anak muda Kota Surabaya akan menjadi penerus yang luar biasa untuk menjaga Kota Surabaya ini. Seperti kata Bung Karno, ‘warisi apinya, bukan abunya’,” jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (27/09/2026).
Lebih lanjut, dalam pertunjukan kali ini Pemkot Surabaya turut melibatkan anak muda, mulai dari pelajar SMP hingga SMA. Menurut dia, melibatkan anak muda atau Generasi ini perlu dilakukan agar mereka belajar dan mampu meneruskan perjuangan para pahlawan untuk masa depan Kota Surabaya.
“Surabaya ini ditentukan oleh Gen Z, apakah Surabaya ini bersatu apakah terpecah, menjadi keluarga atau lawan itu dari kekuatan anak-anak Gen Z. Karena itulah Gen Z kota libatkan dalam acara ini agar mereka ingat dan sadar bahwa kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya ada di tangan mereka,” katanya. sb-02/dsy
Editor : Redaksi