Ironis!! Kantor Desa Dibongkar 2 Tahun, Warga Serag Ponorogo Kini Urus Surat di TK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah warga Desa Serag menggelar aksi tirakatan di bekas Kantor Desa yang dibongkar 2 tahun lalu, aksi sebagai bentuk keprihatinan warga akibat tak kunjung jelas pembangunan ulang kantor desa baru.
Sejumlah warga Desa Serag menggelar aksi tirakatan di bekas Kantor Desa yang dibongkar 2 tahun lalu, aksi sebagai bentuk keprihatinan warga akibat tak kunjung jelas pembangunan ulang kantor desa baru.

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Puluhan warga Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi damai di area bekas Balai Desa Serag, Sabtu (26/9/2026) malam.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB itu menjadi bentuk keprihatinan warga atas kondisi kantor desa yang hingga kini belum dibangun kembali, meski bangunan lama telah dibongkar sejak 2024.

Warga menggelar tikar dan duduk bersama di lokasi bekas kantor desa. Ironisnya, aksi tersebut berlangsung dalam kondisi gelap karena lokasi bekas kantor desa tidak memiliki penerangan.

Di tempat itu, warga menyampaikan tuntutan agar pemerintah desa membuka informasi secara transparan mengenai alasan pembongkaran kantor desa serta kepastian pembangunan kembali gedung yang menjadi pusat pelayanan administrasi masyarakat.

Dua Tahun Tanpa Kantor Desa

Kantor Desa Serag diketahui telah dibongkar sejak 2024. Namun, hingga Sabtu (26/9/2026), atau sekitar dua tahun kemudian, pembangunan kantor baru belum juga terealisasi.

Kondisi itu bukan sekadar persoalan bangunan fisik. Ketiadaan kantor desa turut berimbas pada pelayanan administrasi masyarakat.

Warga yang hendak mengurus berbagai dokumen dan keperluan administrasi desa harus mendatangi lokasi pelayanan sementara. Salah satunya dengan memanfaatkan bangunan sekolah taman kanak-kanak (TK).

Situasi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi warga yang membutuhkan pelayanan administrasi desa secara rutin.

“Ini tirakatan. Masalah kantor desa kita ini sudah dibongkar sejak 2024 hingga kini tidak dibangun. Warga untuk mengurus administrasi harus pindah ke sekolah TK,” ujar Suswondo, salah seorang warga Desa Serag.

Warga Pertanyakan Alasan Pembongkaran

Melalui aksi tersebut, warga mendesak Kepala Desa Serag Hariyadi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memberikan penjelasan terbuka mengenai pembongkaran kantor desa.

Warga juga meminta kejelasan mengenai rencana pembangunan kembali kantor desa, termasuk status rencana, anggaran apabila telah tersedia, serta kepastian waktu pelaksanaannya.

Bagi warga, informasi tersebut penting karena kantor desa bukan sekadar bangunan pemerintahan. Gedung tersebut merupakan tempat masyarakat memperoleh pelayanan administrasi dan berhubungan langsung dengan pemerintah desa.

Namun, di tengah tuntutan tersebut, pihak pemerintah desa yang hadir dalam aksi mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan pembangunan kantor desa.

Kasi Pemerintahan Desa Serag, Anggoro Hari Wibowo, mengatakan persoalan pembongkaran maupun alasan belum dibangunnya kembali kantor desa bukan menjadi tugas pokok dan fungsinya.

“Kalau saya sendiri bukan tupoksi saya. Kalau ini sudah dibongkar sejak 2024. Kalau alasannya kenapa, saya tidak tahu,” kata Anggoro Hari Wibowo.

Warga Menunggu Kepastian

Aksi tersebut menunjukkan adanya keresahan warga terhadap ketidakjelasan pembangunan kantor desa yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun.

Warga berharap pemerintah desa dan BPD segera memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk status pembangunan, rencana anggaran jika telah tersedia, hingga target waktu pembangunan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan langsung dari Kepala Desa Serag, Hariyadi, mengenai tuntutan transparansi yang disampaikan puluhan warga tersebut. roh

Tag :

Berita Terbaru

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan …

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Ikatan…

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan, di musim kemarau yang panjang ini,…

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Setelah debit sumur warga terus menurun saat musim kemarau panjang, kini sedikitnya 50 desa di 12 kecamatan di Kabupaten…