SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti penanganan darurat kebakaran dan evaluasi keselamatan kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi telah rampung dan dipastikan aman, kini wisata tersebut kembali dibuka pada 28 September 2026. Bahkan, kini tiket kunjungan sudah dapat dipesan secara online sejak Jumat (25/9).
Sebelumnya, akses menuju Kawah Ijen ditutup total sejak 4 September akibat terjangan karhutla. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung sekaligus memberi ruang bagi petugas menangani dampak kebakaran di kawasan konservasi.
BBKSDA Jawa Timur menyatakan penanganan darurat kebakaran dan evaluasi keselamatan kawasan telah rampung, sementara tiket kunjungan sudah dapat dipesan secara online sejak Jumat (25/9). Dan setelah 24 hari ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi kembali dibuka untuk umum mulai Senin (28/9).
Kembalinya aktivitas wisata di Kawah Ijen juga langsung diikuti pembukaan sistem pemesanan tiket secara daring. Wisatawan yang ingin berkunjung sudah dapat melakukan booking sejak Jumat (25/9) pukul 15.00 WIB melalui laman resmi ayoketamannasional.kehutanan.go.id. Dengan dibukanya sistem pemesanan tersebut, wisatawan tidak perlu menunggu hingga hari operasional dimulai untuk merencanakan kunjungan.
Namun, dibukanya kembali Kawah Ijen bukan berarti wisatawan bisa mengabaikan aspek keselamatan. Pengunjung tetap diwajibkan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang berlaku di kawasan konservasi. Di antaranya senter, masker kain, serta pakaian hangat untuk menghadapi suhu dingin di kawasan puncak. Wisatawan juga diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan selama berada di kawasan puncak, termasuk area aktivitas penambangan belerang.
Pembukaan kembali Kawah Ijen diharapkan kembali menghidupkan aktivitas pariwisata yang sempat terdampak selama penutupan. Tak hanya kunjungan wisatawan, geliat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan juga diharapkan ikut bergerak. Meski demikian, keselamatan dan kelestarian kawasan tetap menjadi syarat utama agar destinasi tersebut dapat terus dinikmati dalam jangka panjang. by-01/dsy
Editor : Redaksi