Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan kebakaran TWA Kawah Ijen. SP/ BYW
Penampakan kebakaran TWA Kawah Ijen. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di daerah tersebut mengalami penurunan tingkat okupansi hingga 10 persen setelah kawasan wisata Ijen ditutup. Dampak tersebut cukup terasa karena Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen merupakan salah satu daya tarik utama pariwisata Banyuwangi, terutama untuk menarik wisatawan dari luar daerah dan wisatawan mancanegara.

“Beberapa hotel mengalami penurunan sekitar 5 sampai 10 persen akibat kasus kebakaran ini,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq, Kamis (17/09/2026).

Meski demikian, Banyuwangi masih optimistis. Sebab, meski Kawah Ijen ditutup, wisatawan yang telah datang ke Banyuwangi tetap berwisata dengan beralih ke destinasi lain di daerah yang ada di ujung timur Pulau Jawa tersebut.  “Wisatawan yang sudah menjadwalkan berkunjung ke Banyuwangi dan sudah berada di Banyuwangi akhirnya mengalihkan destinasi,” terangnya.

Untuk diketahui, Taman Wisata Alam Kawah Ijen mengalami kebakaran. Api sebelumnya merembet dari kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup dan diduga berasal dari kawasan Kecamatan Wongsorejo. Sedangkan untuk pembukaan kembali kawasan tersebut masih menunggu hasil kajian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Kapan akan dibuka kami masih belum tahu karena nanti kita akan ikut dari hasil kajian dari BKSDA,” kata Rofiq. 

Lebih lanjut, pihaknya berharap kawasan Ijen dapat kembali dibuka dalam waktu dekat sehingga aktivitas wisata dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada kawasan tersebut dapat kembali berjalan.  “Mudah-mudahan di bulan ini sudah dibuka kembali dan bisa beraktivitas kembali para pekerja, baik itu penambang maupun pelaku wisata yang ada di sana,” harapnya. by-02/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…