SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam menangani permasalahan sampah daerah, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat menyoroti bagaimana budaya masyarakat di sana dalam mengelola sampah pribadi tidak lepas dari edukasi dan pembiasaan sejak masa sekolah saat memberikan arahan di hadapan para guru dan pengurus OSIS dalam kumpul bareng di SMPN 1 Karangrejo, Kecamatan Karangrejo.
Kang Suyat mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Magetan mencapai sekitar 350 ton setiap harinya. Namun, kapasitas angkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini baru mampu menampung sekitar 40 ton per hari dengan biaya operasional armada yang cukup tinggi.
Kondisi ini menyebabkan sebagian sampah masih berserakan di pinggir jalan maupun aliran sungai, yang pada akhirnya memicu banjir akibat tersumbatnya saluran drainase. “Negara yang maju itu kunci utamanya adalah bersih. Kebersihan itu bentuk dari kedisiplinan dan ketertiban sosial yang membangun karakter masyarakat,” ujar Kang Suyat, Senin (28/09/2026).
Oleh karena itu, pihaknya terus menekankan bahwa reduksi sampah dari hulu dan pembentukan kesadaran lingkungan harus dimulai dari lembaga pendidikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan berharap seluruh elemen sekolah, mulai dari jajaran pendidik hingga pengurus OSIS, dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan pemilahan sampah dan penanaman karakter peduli
“Pintu utamanya hanya satu, yaitu dari sekolah kita harus mendidik anak-anak sejak dini. Edukasi kebersihan dan kepedulian lingkungan ini merupakan bagian dari amaliyah dan ibadah kita bersama,” tambahnya. mg-01/dsy
Editor : Redaksi