SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam memperkuat karakter kemanusiaan generasi muda sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah strategis dengan berencana akan mewajibkan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan pemkot.
Sinyal kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Festival PMR Kota Surabaya 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), kemarin. Pasalnya, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus ditanamkan secara terstruktur di lingkungan sekolah.
Sehingga, adanya kehadiran PMR tersebut di lingkupdianggap sebagai wadah paling konkret dalam membentuk mental gotong royong anak muda di Kota Pahlawan. Penguatan jiwa sosial ini sejalan dengan prinsip Ta'awanu 'alal birri wat taqwa atau tolong-menolong dalam kebaikan.
Melalui dorongan kebijakan pendidikan ini, Pemkot Surabaya berharap melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif dan peka terhadap kondisi sekitar.
Terpisah, Ketua Harian PMI Kota Surabaya Taufik Rohman Hidayat menyambut positif arah kebijakan Pemkot Surabaya. Menurutnya, anggota PMR merupakan garda terdepan pembinaan karakter dan aksi kemanusiaan di tingkat sekolah. Pihaknya juga turut menekankan pentingnya aktualisasi Tri Bhakti PMR dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjunjung tinggi kejujuran, memperluas jejaring persahabatan antarsekolah, serta mengasah keterampilan tanggap bencana.
Festival PMR Kota Surabaya 2026 yang mengusung tema Youth for Humanity ini dibuka oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo. Sebanyak 2.190 peserta dari 105 sekolah berpartisipasi dalam ajang ini, yang mencakup tingkatan Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA). sb-02/dsy
Editor : Redaksi