Bidik Swasti Saba Wistara 2027, Pemkab Ponorogo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pertajam Data 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. 
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. 

i

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Setelah 7 tahun kehilangan predikat Wistara pada penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS). Pemerintah Kabupaten Ponorogo tampaknya mulai memperketat persiapan untuk mengoptimalkan sektor kesehatan daerah guna membidik predikat tertinggi pada penilaian Swasti Saba  pada 2027 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat ini tengah digenjot untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja di bidang masing-masing. Pun termasuk penyajian data terhadap realisasi kinerja dan upaya yang dilakukan Pemkab untuk mewujudkan kabupaten sehat di Ponorogo. 

"Hari ini kan kita lagi semua tiap-tiap OPD ini berusaha apa memperbaiki dinasnya masing-masing, wabil khusus untuk Kabupaten Sehat. Nah, kemarin kami minta presentasi dari semua-semua dinas untuk mencoba bagaimana kesehatan di Ponorogo ini benar-benar terjalin dengan baik," ujar Lisdyarita saat ditemui, Selasq (28/09/2026). 

Ia menekankan bahwa indikator dalam program Kabupaten Sehat memiliki cakupan yang luas dan saling berkaitan antar-sektor. Apalagi tahun depan indikator penilaian berbeda dari tahun sebelumnya serta lebih spesifik terhadap masalah krusial di daerah. 

“ Oleh karena itu, kolaborasi lintas dinas menjadi kunci utama agar target di tahun 2027 dapat terealisasi dengan baik,” tekannya. 

Lisdyarita mengeklaim KKS bukan hanya sekedar penilaian saja, namun potret bagi pemerintah pusat untuk melihat sejauh mana sebuah kabupaten dan kota itu dapat dikatakan sehat,nyaman dan aman. 

“ Jadi bukan hanya penilaian saja ini potret apakah Ponorogo itu sudah layak dikatakan sehat,nyaman dan aman. Tentunya dengan upaya nyata menuju ke sana,” ungkapnya. 

Kendati demikian, Pemkab Ponorogo mencatat ada sejumlah tantangan krusial yang tengah dihadapi, salah satunya terkait isu penanganan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI). 

Menurut Lisdyarita, persoalan tersebut kerap kali dipengaruhi oleh faktor alam atau kondisi medis yang tidak terduga.

Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan dan penilaian yang objektif dengan melihat karakteristik daerah, mengingat penanganan di lapangan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan wilayah lain.

"Karena kemarin kita punya permasalahan, angka kematian Ibu dan angka kematian bayi. Nah, kalau ini kan permasalahan Alam, kan gitu, permasalahannya di alam," ungkapnya.

Lisdyarita juga menyoroti sistem penilaian pusat yang kerap menggunakan ambang batas tertentu untuk perolehan poin. Ia berharap ada diskresi atau kebijakan yang adil bagi daerah yang terus berupaya menekan angka kasus secara maksimal.

"Jadi untuk ini ya semoga nanti ada kebijakan di mana kalau di tempat lain itu kan turun dari 15, mereka mendapatkan poin. Sedangkan kemarin kenapa untuk di Ponorogo ini dari angka 5 turun, nah itu kok malah menjadi naik? Nah, itu yang kami minta kebijakannya dari pusat," imbuhnya.

Meski demikian, Pemkab Ponorogo tetap optimis target perolehan predikat Wistara pada 2027 bisa tercapai melalui evaluasi berkelanjutan serta pembenahan regulasi dan pelayanan kesehatan yang terintegrasi di seluruh lini OPD.znl

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…