SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) setempat bergerak cepat dalam menangani masalah eksploitasi dengan melakukan penelusuran hingga kunjungan langsung ke rumah keluarga.
Berdasarkan laporan masyarakat melalui hotline Lapor Cak Eri menjadi bagian penting dalam upaya Pemkot melindungi anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi. Ia menegaskan anak harus mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang, dan bersekolah tanpa dibebani aktivitas mencari penghasilan.
"Kalau ada laporan anak kecil mengamen, harus segera diperiksa. Tidak boleh ada anak kecil yang mengamen di jalanan. Datangi orang tuanya dan jelaskan bahwa tindakan seperti itu bisa termasuk eksploitasi anak dan ada ancaman hukumnya. Kita harus tegas karena yang kita selamatkan adalah anak-anak dan masa depan mereka," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, kepedulian masyarakat dapat mempercepat pemerintah mengetahui persoalan yang membutuhkan penanganan di lapangan. "Terima kasih kepada warga yang sudah peduli dan berkenan melapor melalui hotline saya. Laporan seperti ini sangat membantu kami untuk segera turun dan memastikan kondisi anak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut, tim DP3APPKB Surabaya bersama konselor melakukan home visit untuk memastikan kondisi anak dan keluarganya. Berdasarkan hasil penelusuran, anak tersebut diketahui diajak ibunya mengamen secara berkeliling dari kawasan Sememi hingga Sukomanunggal. Pasalnya, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pengasuhan yang baik dan pendidikan yang layak.
Dalam kasus tersebut, kondisi keluarga dinilai turut memengaruhi proses pendidikan anak yang belum berjalan maksimal. "Orang tua harus memahami kondisi anak, baik secara psikologis maupun dari aspek tumbuh kembangnya. Komunikasi dan kedekatan antara orang tua dan anak sangat penting. Ketahanan keluarga harus kita bangun bersama," pungkasnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi