SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil panen tidak mampu mencapai capaian musim sebelumnya. Sehingga, saat ini petani tembakau di Kabupaten Jombang menghadapi kondisi musim yang berdampak pada penurunan produksi.
Berdasarkan perbandingan hasil produksi, penurunan tahun ini berada di kisaran 25 hingga 50 persen. “Kalau musim sebelumnya, hasil produksi bisa mencapai sekitar 18 sampai 20 ton per hektare,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, Kamis (01/10/2026).
Diketahui, untuk produksi tembakau tahun ini berada di kisaran 10 hingga 15 ton per hektare. Angka tersebut turun dibandingkan musim sebelumnya yang masih mampu mencapai 18 hingga 20 ton per hektare. Penurunan produksi terjadi ketika kondisi cuaca kering membuat tanaman mengalami keterbatasan air, meski di sisi lain cuaca kering sebenarnya juga memberikan dampak positif terhadap kualitas daun tembakau.
“Harga tembakau memang cukup bagus dan lumayan, tetapi hasil produksinya mengalami penurunan,” jelas Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, Kamis (01/10/2026).
Untuk tembakau Jinten, harga daun basah saat ini berada di sekitar Rp6.000 per kilogram. Sementara harga tembakau rajangan berkisar Rp38.000 hingga Rp41.000 per kilogram, tergantung kualitas. Secara umum, harga daun tembakau basah kualitas atas mencapai sekitar Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. Kualitas sedang berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, sedangkan kualitas bawah sekitar Rp4.000 per kilogram.
Sedangkan untuk harga tembakau rajangan juga tercatat relatif lebih baik. Rajangan non-gula berada di sekitar Rp54.000 per kilogram, sedangkan rajangan dengan gula berkisar Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Namun, kenaikan harga tersebut harus berhadapan dengan penurunan volume panen. jb-01/dsy
Editor : Redaksi