SURABAYAPAGI.com, Madiun - Buntut kelangkaan Pertalite yang kembali terjadi di Kota Madiun, membuat sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, antrean mengular terjadi. Hal itu karena adanya kenaikan harga Pertamax, sehingga sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite karena perbedaan harga yang dinilai cukup memberatkan.
Salah seorang warga yang ditemui saat mengisi Pertamax, Rachmad (50) mengaku tetap harus menggunakan bahan bakar tersebut meski biaya yang dikeluarkan semakin besar. Sehingga, kondisi kelangkaan Pertalite membuat masyarakat harus berkeliling mencari SPBU yang masih menyediakan bahan bakar tersebut. Ketika stok tersedia, antrean kendaraan biasanya langsung memanjang.
“Ya mau tidak mau tetap isi Pertamax, meskipun membuat kantong jebol. Apalagi pekerjaan saya sebagai sales, penjualan juga sedang kembang-kempis,” ujar Rachmad, Senin (05/10/2026).
Lebih lanjut, Rachmad juga mengaku pernah berbincang dengan seseorang yang bekerja di salah satu SPBU di Kota Madiun. Dari informasi yang diterimanya, pasokan Pertalite yang dikirim ke SPBU disebut mengalami pengurangan dibandingkan sebelumnya.
“Katanya sekarang pengiriman dari pusat dikurangi. Jumat kemarin memang ada pengiriman, tetapi datangnya terlambat. Untuk hari Sabtu ini juga belum datang,” katanya.
Keluhan warga tersebut menunjukkan adanya tekanan pada ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Madiun. Namun, penyebab pasti berkurangnya pasokan dan kondisi stok Pertalite perlu dikonfirmasi kepada pihak Pertamina maupun pengelola SPBU terkait. Warga berharap distribusi Pertalite kembali normal sehingga tidak terjadi antrean panjang dan masyarakat tidak perlu mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar. md-02/dsy
Editor : Redaksi