SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sejumlah petani di Kabupaten Magetan kini mendapat kabar manis memasuki panen raya. Pasalnya, saat ini harga jagung pipil kering di tingkat petani justru melambung hingga Rp7.400 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 27,4 persen dibanding rata-rata harga jagung di tingkat petani pada Oktober 2025 yang berada di angka Rp5.808 per kilogram (kg).
Bahkan, harga di tingkat petani masih berpotensi terus naik. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani di tengah tingginya biaya produksi. Salah satunya Taman, petani jagung asal Desa Pragak, Kecamatan Parang. Hal itu karena hasil panen jagung musim ini cukup bagus, ditambah harga jual yang berada di level tinggi. “Alhamdulillah, dapat banyak. Hasil jagung kita dua kali lipat dibanding tanam padi,” ujar Taman, Selasa (06/10/2026).
Lebih lanjut, menurut Taman, hasil dari satu musim tanam jagung bisa mencapai belasan juta rupiah. Sebagian hasilnya kemudian disiapkan sebagai modal untuk musim tanam berikutnya. Kenaikan harga tersebut juga masih berpotensi mengalami kenaikan, meski besarannya akan bergantung pada kondisi pasar, pasokan dan permintaan.
Terpisah, Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menyebut HPP jagung saat ini sebesar Rp6.400 per kilogram. Namun, harga tersebut berlaku dengan persyaratan kualitas. Jagung harus memiliki kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 parts per billion (ppb).
Meski harga jagung sedang bagus, petani di Desa Pragak tidak bisa menanam komoditas tersebut sepanjang tahun. Taman mengatakan kondisi musim menjadi salah satu pertimbangan utama. Saat musim penghujan, tanaman jagung di wilayahnya sulit tumbuh optimal.
Karena itu, petani menerapkan pola tanam padi dua kali sebelum beralih menanam jagung pada musim yang dianggap sesuai. Meski demikian, dengan harga jagung di tingkat petani yang kini mencapai Rp7.400 per kilogram, petani masih berharap tren kenaikan tersebut dapat bertahan, bahkan terus berlanjut hingga seluruh hasil panen terserap pasar. mg-01/dsy
Editor : Redaksi