Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Kekeringan di Kabupaten Ngawi. SP/ NGW
Ilustrasi. Kekeringan di Kabupaten Ngawi. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, akibat dampak dari kemarau panjang yang kian meluas. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini mengandalkan bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan truk tangki. 

Bantuan tersebut disalurkan secara rutin oleh BPBD bersama sejumlah instansi lain agar masyarakat terdampak tetap memperoleh pasokan air. Dan dampak kekeringan dirasakan warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu. Pasalnya, sumur-sumur di lingkungan permukiman telah mengering sejak sekitar sebulan terakhir.

“Sulit sekali, apalagi kalau bantuan tidak datang. Kami harus mencari air jauh sampai ke tengah hutan. Air itu juga untuk minum dan kebutuhan ternak. Sudah sebulan terakhir sumur mengering,” ujar Puryanto, salah seorang warga setempat, Senin (12/10/2026).

Sementara itu, situasi semakin sulit karena pasokan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) belakangan hanya mengalir sesekali dengan debit yang kecil. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun keperluan rumah tangga dan ternak.

Sehingga, adanya kehadiran bantuan air bersih menjadi penopang penting bagi masyarakat selama musim kemarau. Warga bersyukur distribusi air masih berlangsung sehingga mereka tidak harus selalu mencari sumber air yang jauh dari permukiman.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai ribuan jiwa, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya penting untuk membantu masyarakat menghadapi kemarau panjang. Warga di wilayah yang sumber airnya mengering masih bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. ng-02/dsy

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…