SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, akibat dampak dari kemarau panjang yang kian meluas. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini mengandalkan bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan truk tangki.
Bantuan tersebut disalurkan secara rutin oleh BPBD bersama sejumlah instansi lain agar masyarakat terdampak tetap memperoleh pasokan air. Dan dampak kekeringan dirasakan warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu. Pasalnya, sumur-sumur di lingkungan permukiman telah mengering sejak sekitar sebulan terakhir.
“Sulit sekali, apalagi kalau bantuan tidak datang. Kami harus mencari air jauh sampai ke tengah hutan. Air itu juga untuk minum dan kebutuhan ternak. Sudah sebulan terakhir sumur mengering,” ujar Puryanto, salah seorang warga setempat, Senin (12/10/2026).
Sementara itu, situasi semakin sulit karena pasokan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) belakangan hanya mengalir sesekali dengan debit yang kecil. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun keperluan rumah tangga dan ternak.
Sehingga, adanya kehadiran bantuan air bersih menjadi penopang penting bagi masyarakat selama musim kemarau. Warga bersyukur distribusi air masih berlangsung sehingga mereka tidak harus selalu mencari sumber air yang jauh dari permukiman.
Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai ribuan jiwa, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya penting untuk membantu masyarakat menghadapi kemarau panjang. Warga di wilayah yang sumber airnya mengering masih bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. ng-02/dsy
Editor : Redaksi