Pemulung Lansia di Surabaya Tak Terima Bansos 3 Tahun, Kini Masuk Desil 1

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Antiek Sugiharti. SP/Al Qomaruddin
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Antiek Sugiharti. SP/Al Qomaruddin

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutakhirkan data kesejahteraan Sulis Setyowati (62), seorang lansia yang bekerja sebagai pemulung di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari. Setelah sebelumnya dilaporkan tidak menerima bantuan sosial selama tiga tahun terakhir, Sulis kini tercatat dalam desil 1 dan tengah menjalani proses pengajuan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung bersama pihak Kecamatan Tegalsari dan Kelurahan Kedungdoro untuk memastikan kondisi Sulis sekaligus mencocokkan data administrasi dengan kondisi di lapangan.

"Kami bersama Bu Lurah dan Pak Camat melihat secara langsung tentang klien yang kemarin menyampaikan bahwa yang bersangkutan adalah lansia yang pekerjaannya pemulung tetapi masuk desilnya di desil 7," kata Antiek, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan administrasi, Antiek menyampaikan bahwa Sulis sebelumnya tercatat dalam desil 6, bukan desil 7 seperti informasi yang dilaporkan. Dinsos Surabaya kemudian melakukan pemutakhiran data pada triwulan III 2026 sehingga Sulis kini masuk desil 1.

"Kami cek di administrasi ternyata sebelumnya memang ada di desil 6 bukan 7, tapi sudah kita lakukan pemutakhiran di triwulan tiga ini yang bersangkutan sudah masuk Desil 1," tutur Antiek.

Antiek menjelaskan, Sulis juga telah diusulkan melalui musyawarah kelurahan (muskel) bersama perangkat setempat. Saat ini, proses pembukaan rekening bank sedang berlangsung sebagai salah satu tahapan untuk memperoleh bantuan PKH.

"Yang bersangkutan juga sudah kita masukkan di dalam muskel bersama dengan para aparat, yang bersangkutan sedang proses pembukaan rekening di Bank untuk mendapatkan bantuan PKH," katanya.

Selain itu, Antiek menuturkan, Sulis telah menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Bantuan tersebut disalurkan setiap tiga bulan sekali dengan total 30 kilogram. "Yang bersangkutan juga sudah mendapatkan bantuan pangan berupa beras 10 kg dalam sebulan dan sudah menerimakan 3 bulan 30 kg," ujar Antiek.

Dalam kunjungan tersebut, Dinsos Surabaya bersama pihak Kecamatan Tegalsari dan Kelurahan Kedungdoro juga meninjau kondisi lansia lain yang tinggal seorang diri di kamar kos dan sudah tidak mampu bekerja.

Antiek menjelaskan pihaknya kini berkoordinasi untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan kebutuhan lansia tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penempatan di Griya Werdha agar mendapatkan perawatan lebih optimal.

"Sehingga kami memastikan dengan Bu Lurah dan Pak Camat yang bersangkutan untuk bisa ditindaklanjuti apakah yang bersangkutan perlu harus dibawa ke Griya Werdha atau bisa tetap di sini," ujarnya.

Ia mengungkapkan jika lansia tersebut selama ini telah menerima bantuan PKH dan sembako. Untuk itu, Dinsos bersama pihak kecamatan dan kelurahan akan terus memastikan kondisi penerima serta pemanfaatan bantuan yang telah disalurkan.

"Karena yang bersangkutan sampai saat ini sudah menerima bantuan berupa PKH dan bantuan sembako. Artinya bantuan itu sudah diterima setiap bulan.

Penerimaannya tiga bulan sekali," jelasnya.
Sementara itu, Camat Tegalsari Kota Surabaya, Kenny Pieter Tupamahu menyatakan, pihaknya bersama Kelurahan Kedungdoro akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan warga rentan mendapatkan manfaat dari bantuan yang diterima.

"Kami dari Kecamatan Tegalsari bersama Kelurahan Kedungdoro, ke depannya kami juga akan melakukan monitoring sehingga memastikan kondisi para klien bisa benar-benar mendapatkan manfaat dengan sebaik-baiknya," kata Kenny.

Menurutnya, monitoring tersebut juga mencakup pemanfaatan bantuan agar dapat digunakan sesuai peruntukan oleh penerima. "Barang-barang yang diterima juga tidak diserahkan atau dijualbelikan kepada pihak lain sehingga manfaat yang diterima bisa dipakai untuk keluarga mereka," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Bank Jatim dan PWRI Jawa Timur Perkuat Sinergi, Hadirkan Kartu Pintar Elektronis bagi Anggota

Bank Jatim dan PWRI Jawa Timur Perkuat Sinergi, Hadirkan Kartu Pintar Elektronis bagi Anggota

Selasa, 13 Okt 2026 14:49 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi dalam rangka memperluas…

Jasa Inspeksi Mobil Bekas Surabaya: Kingspector Ungkap Hal yang Wajib Diperiksa

Jasa Inspeksi Mobil Bekas Surabaya: Kingspector Ungkap Hal yang Wajib Diperiksa

Selasa, 13 Okt 2026 13:48 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cari mobil bekas di Surabaya? Harga yang cocok dan tampilan mobil yang masih mulus belum tentu menjamin kondisinya benar-benar…

Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga

Alami Krisis Kekeringan, Ngawi Optimalkan Distribusi Air Bersih ke 4.403 Warga

Selasa, 13 Okt 2026 12:46 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti meluasnya dampak kekeringan ekstrem selama musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama musim kemarau panjang 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, menyalurkan (dropping) 25 ribu liter air bersih…

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pasca rampung direvitalisasi, Pasar Induk Banyuwangi, kini tidak hanya sebagai tempat perdagangan saja, namun menjadi destinasi…

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Guna memperluas pasar sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk petani setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan…