SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kondisi SDN Semolowaru IV terkait sarana prasarana (sarpras) sekolah, Wali Kota (Walkot) Surabaya Eri Cahyadi menegur keras Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan kegiatan non-prioritas dan mengalihkan alokasi anggaran untuk pembenahan sarpras sekolah.
Peninjauan dilakukan setelah Eri menerima laporan masyarakat melalui saluran hotline terkait minimnya fasilitas belajar mengajar di lokasi. Dari hasil peninjauan, diketahui empat dari 12 rombongan belajar (rombel) harus masuk siang karena sekolah hanya memiliki delapan ruang kelas.
Kondisi keterbatasan ini juga memaksa sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di perpustakaan secara lesehan tanpa meja dan kursi. "Masa di Surabaya masih ada sekolah lesehan gini? Gimana Kadispendik ini, bikin malu saja!" kata Eri dilihat detikJatim dalam video unggahan di akun Instagram @ericahyadi_, Selasa (13/10/2026).
Oleh karenanya, Eri menginstruksikan Dispendik mengevaluasi total alokasi anggaran pendidikan, termasuk penggunaan BOPDA dan BOSNAS. Ia menekankan agar program atau kegiatan yang berpotensi membebani orang tua siswa ditiadakan dan dialihkan penuh untuk perbaikan fisik gedung maupun fasilitas dasar.
"Daripada mengadakan berbagai kegiatan yang membebani wali murid, lebih baik anggaran diprioritaskan untuk membenahi sarana dan prasarana terlebih dahulu, seperti ruang kelas dan kamar mandi," ujar Eri.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai penting untuk menunjang kenyamanan belajar sekaligus mendukung prestasi siswa. Karena itu, ia meminta agar kebutuhan sekolah menjadi perhatian dalam upaya pembenahan fasilitas pendidikan di Surabaya.
Wali Kota Eri pun menargetkan pembenahan seluruh SD dan SMP negeri di Surabaya pada 2027. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarpras sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. sb-03/dsy
Editor : Redaksi