SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui kolaborasi antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar sosialisasi edukasi kebencanaan bertajuk “TAGANA Masuk Sekolah” di SMPN 1 Kare, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana sejak dini. Pasalnya, wilayah tersebut berada di area dataran tinggi, kawasan Kare tergolong rawan mengalami musibah tanah longsor dan banjir.
“Berdasarkan analisis mitigasi, Kare tergolong kawasan dengan risiko bencana alam yang cukup tinggi. Melalui kehadiran Taruna Siaga Bencana (TAGANA), para siswa dibekali wawasan deteksi dini serta diajak menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon dan reboisasi,” ungkap Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, Selasa (13/10/2026).
Selain kesiapsiagaan fisik terhadap bencana alam dan non-alam, sosialisasi tersebut juga menyoroti pentingnya pencegahan bencana sosial, seperti perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Wabub menegaskan bahwa bullying membawa dampak buruk bagi perkembangan psikologis dan interaksi sosial peserta didik.
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari bullying. Kolaborasi antar-OPD ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa Kabupaten Madiun yang tanggap, peduli lingkungan, serta berjiwa kemanusiaan,” tutupnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi