SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya mengenali risiko kanker serviks lebih awal sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi kelainan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar skrining HPV DNA dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) bagi pegawai Dinkes P2KB dan masyarakat umum pada 13–15 Oktober 2026 di UOBF Puskesmas Kebonsari.
Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus tidak menunda pemeriksaan berkala. Sedangkan untuk pelayanan tersebut dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan di tingkat kabupaten, Dinkes P2KB Tuban menetapkan target skrining HPV DNA dan IVA sebanyak 8.000 orang.
Kemudahan akses diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan layanan deteksi dini. Pasalnya, pemeriksaan sejak dini penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kanker serviks.
“Pemeriksaan HPV DNA dan IVA merupakan langkah penting dalam mendeteksi secara dini risiko kanker leher rahim. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan yang memenuhi kriteria pemeriksaan, untuk memanfaatkan layanan skrining ini. Deteksi dini sangat penting agar apabila ditemukan kelainan, dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur medis,” ujar Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H, Rabu (14/10/2026).
Lebih lanjut, ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu mencapai target 8.000 peserta sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan hidup. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan reproduksi tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga melalui langkah pencegahan.
Melalui perluasan akses skrining, pihaknya turut berharap semakin banyak masyarakat dapat menjalani deteksi dini kanker serviks. Partisipasi yang meningkat ini juga diharapkan memudahkan tindak lanjut medis secara tepat jika ditemukan kelainan. tb-01/dsy
Editor : Redaksi