Cegah AKI AKB, Dinkes Tuban Beri Pendampingan Intensif Ibu Hamil Berisiko Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petugas kesehatan saat melakukan USG kandungan pasien, untuk melihat kondisi janin. SP/TBN
Ilustrasi. Petugas kesehatan saat melakukan USG kandungan pasien, untuk melihat kondisi janin. SP/TBN

i

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai salah satu upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan pendampingan intensif bagi ibu hamil berisiko. 

‎‎Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 10 ibu hamil dengan risiko tinggi serta 10 balita yang memerlukan perhatian khusus. Sekaligus sebagai wujud nyata komitmen Dinkes P2KB Tuban untuk mempertahankan prestasi membanggakan, yakni penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan kategori penurunan AKI dan AKB pada tahun 2025.

‎‎"Ibu hamil tidak hanya diperiksa kondisinya, tetapi diberikan ruang untuk berdialog dan berkonsultasi langsung dengan dokter ahli. Harapannya, segala permasalahan atau gejala yang muncul selama kehamilan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini," ujar ‎‎JF Adminkes Ahli Muda sekaligus Penanggung Jawab (PJ) Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Tuban, July Setianingrum, Rabu (15/07/2026).

Lebih lanjut, program ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari rumah sakit swasta guna menciptakan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Sinergi lintas fasilitas kesehatan ini diyakini mampu memperkuat jejaring rujukan dan penanganan kasus secara lebih cepat dan tepat. Sehingga, melalui penanganan yang cepat dan tepat, dapat membantu meminimalisir terjadinya kasus kematian atau kesakitan berlebih pada pasien.

Sehingga, m‎Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga ahli, tenaga kesehatan dan masyarakat, Dinkes P2KB Tuban optimistis dapat terus menjaga tren positif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Demi menjamin generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. tb-02/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…