SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya dalam membuka akses permodalan bagi petani milenial di wilayah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun meluncurkan program "KRETA" atau Kredit Tanpa Agunan dengan dukungan Bank Daerah Kabupaten Madiun yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan modal petani milenial melalui pembiayaan tanpa agunan dengan subsidi bunga.
"Program KRETA ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Madiun dalam mewujudkan Petani Peternak Sejahtera (PPS). Biasanya kendala petani milenial adalah modal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan agar mereka memiliki semangat dan kemampuan lebih besar untuk mengembangkan usaha," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, dalam peluncuran tersebut, sebanyak 80 permohonan pembiayaan telah terverifikasi, terdiri atas 66 permohonan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) dan 14 permohonan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan. Nantinya, dana kredit yang dikembalikan tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu petani lainnya.
Selain akses permodalan, Bupati juga mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian dari petani yang ada. Kabupaten Madiun dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur perlu memperkuat inovasi, teknologi, dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas padi yang saat ini rata-rata 6,8 hingga 7,2 ton per hektare, dengan target 9–10 ton per hektare.
Selain itu, adanya petani milenial tidak hanya ditentukan usia, tetapi juga pola pikir yang terbuka terhadap modernisasi dan digitalisasi. Ia mendorong pemanfaatan teknologi, seperti drone untuk penyemprotan, serta pengembangan lahan percontohan (demplot) pertanian organik guna menunjukkan penerapan benih berkualitas, pemupukan tepat, dan pengendalian hama secara efektif. md-02/dsy
Editor : Redaksi