SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Suasana Negeri Sakura, sarat pernak-pernik budaya Jepang menghangat menyapa masyarakat Kota Delta di Hotel Neo+ Waru Sidoarjo. Pagelaran Wibufest Cosplay Competition (WCC) Vol. XI, sebuah ajang kreatif yang menghadirkan nuansa Negeri Sakura menggema di hall perhotelan komersial.
Acara yang berlangsung sejak Minggu siang (25/10) hingga malam ini. Menurut Auka, salah satu panitia penyelenggara Wibufest Cosplay Competition Vol. XI, kegiatan ini menyajikan berbagai kompetisi dinamis, mulai dari Coswalk Competition, J-Song Competition, hingga pameran fotografi khusus kostum anime. Karakter-karakter populer dari layar kaca tampak hidup di tangan para kreator muda Sidoarjo yang tampil totalitas dengan kostum rakitan sendiri. Mampu memboyong atmosfer dan kebudayaan populer Jepang ke tengah kota yang juga bertabur berbagai hadiah menarik.
Dampak langsung bagi geliat aktivitas di hotel kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo tersebut. Pihak manajemen hotel mencatat adanya peningkatan transaksi kuliner yang sangat signifikan di area festival sepanjang hari libur ini.
Marketing Communication Hotel Neo+ Waru Sidoarjo, Faris, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan komunitas kreatif seperti Wibufest ini merupakan langkah strategis untuk merangkul pasar Gen Z sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis kuliner hotel di hari libur.
"Subkultur Jepang saat ini memiliki basis massa yang sangat loyal dan kreatif. Gelaran Wibufest Vol. XI hari ini terbukti sukses mendongkrak bisnis F&B (makanan dan minuman) kami melalui antusiasme pengunjung yang luar biasa di sekitar area festival," ujar Faris saat ditemui di lokasi acara, Minggu (25/10).
Hadirnya Wibufest Cosplay Competition Vol. XI di Hotel Neo+ Waru ini juga menjadi solusi bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya yang ingin merasakan sensasi cita rasa serta suasana khas Jepang tanpa perlu terbang langsung ke Jepang. Faris menambahkan, pihak hotel berkomitmen untuk terus menyediakan ruang representatif bagi komunitas anak muda di Sidoarjo agar dapat mengekspresikan hobi mereka ke arah yang positif dan bernilai ekonomi.
Selain berimbas pada penjualan makanan dan minuman pihak hotel, acara ini juga menghidupkan ekosistem ekonomi mikro kreatif di sekitarnya. Puluhan stan komunitas lokal, penyedia jasa makeup artist karakter, hingga fotografer cetak kilat turut meraup keuntungan dari padatnya pengunjung yang hadir. (Hdk/hik)
Editor : Redaksi