SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menjadikan pengelolaan tersebut sebagai sumber pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dimana, Forum CSR yang diselenggarakan pemkab tersebut bertujuan untuk menyelaraskan bantuan perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.
“Kontribusi dunia usaha akan mendukung pembangunan daerah, mulai infrastruktur, penanganan persoalan sosial dan lingkungan, hingga pendidikan,” kata Bupati Sidoarjo Subandi, Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, adanya penguatan forum tersebut menjadi penting di tengah pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk jumlah perusahaan di Sidoarjo mencapai sekitar 6.000 perusahaan yang memiliki potensi kontribusi besar untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Subandi menyatakan program CSR didorong seperti pembangunan infrastruktur, melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA). Pihaknya juga mengusulkan pembagian peran antara pemerintah daerah dan perusahaan dengan komposisi dukungan 70 persen dari pemerintah dan 30 persen dari CSR yang selanjutnya dibahas sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing pihak.
Selain pembangunan infrastruktur, Subandi meminta dunia usaha membuka kesempatan kerja bagi warga lokal untuk membantu mengatasi pengangguran serta memperkuat koordinasi penataan wilayah sesuai rencana tata ruang dan masterplan daerah. "Seluruh program CSR perlu dikoordinasikan melalui satu pintu agar pelaksanaannya transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.
Pihaknya berharap penguatan dunia usaha dan pemerintah daerah semakin efektif sehingga program CSR tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidoarjo. sd-01/dsy
Editor : Redaksi