SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai bagian langkah meningkatkan daya tarik di mata wisatawan sekaligus pengembangan kawasan wisata setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, telah menyiapkan penataan sisi utara Kayutangan Heritage. Dimana, rancangan konsep mengenai pengembangan area sisi utara dipastikannya melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis), lurah, hingga pengurus RT Kelurahan Oro-Oro Dowo.
"Penataan sisi utara dilakukan supaya tidak sepi dan tidak kalah dengan sisi selatan yang selama ini dikunjungi masyarakat," ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, Minggu (01/11/2026).
Sementara itu, untuk secara keseluruhan Pemkot Malang menargetkan angka kunjungan wisatawan dapat menembus 3,2 juta orang. Bagian utara Kayutangan Heritage memiliki potensi wisata tidak kalah dengan area bagian selatan, salah satunya adalah keberadaan stadsklok atau tugu jam.
"Kami ingin yang bagian utara maupun selatan ramai," jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan, berdasarkan literasi yang ada tugu jam tersebut memiliki nilai sejarah karena merupakan punjer atau titik tengah Kota Malang, baik ketika dari wilayah utara maupun selatan. Oleh karena itu, nantinya di sekitar area tempat berdirinya stadsklok akan diberikan kode batang agar informasi sejarah pembangunan bangunan itu bisa diakses dan diketahui oleh masyarakat luas.
"Kemarin ada rencana mau digeser kan tetapi ahli cagar budaya dan tokoh-tokoh budayawan Kota Malang menolak, karena bukti titik nolnya di situ," ujar dia.
Seluruh progres perencanaan pengembangan kawasan Kayutangan Heritage akan dilaporkan kepada Wali Kota Malang dan paling tidak bisa direalisasikan pada 2027. Pihaknya juga optimistis ketika rencana pengembangan Kayutangan Heritage berjalan maka akan memberikan dampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya turis mancanegara ke Kota Malang sehingga semakin membuka peluang dan meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat setempat. ml-01/dsy
Editor : Redaksi