SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, terus mendorong para pelaku UMKM, utamanya yang memanfaatkan lapak milik pemda untuk menggunakan aplikasi kasir digital atau Point of Sales (POS).
Dengan adanya penggunaan POS tidak hanya berfungsi untuk mencatat transaksi lebih rapi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan melalui transparansi harga. Disatu sisi, pencatatan penjualan juga membantu Pemkot Madiun mengukur aktivitas ekonomi berdasarkan data riil pelaku UMKM.
Data transaksi tersebut nantinya menjadi bahan analisis bagi dinas terkait untuk mengetahui perkembangan pendapatan dan persoalan yang dihadapi setiap lapak. Dengan begitu, pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
"Data transaksi menjadi kunci untuk mengukur perkembangan UMKM sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian pemkot dapat menentukan intervensi yang tepat sekaligus berlanjut dengan evaluasi perkembangan usaha sesuai kebutuhan," ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Minggu (01/11/2026).
Oleh karenanya, Plt Wali Kota menegaskan bahwa pelatihan UMKM harus disertai pendampingan dan tindak lanjut yang terukur. Hasil evaluasi diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya, bukan sekadar menyelesaikan kegiatan pelatihan.
Selain itu, promosi perlu diimbangi dengan kesiapan melayani pelanggan agar pembeli kembali dan merekomendasikan produk kepada orang lain. Pemkot Madiun juga menyiapkan penguatan kegiatan pemberdayaan di tingkat kelurahan pada tahun 2027.
Lebih lanjut, Plt Wali Kota menegaskan melalui penggunaan POS dan pendampingan berkelanjutan, pembinaan UMKM diharapkan lebih terukur, berbasis data penjualan, dan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. md-02/dsy
Editor : Redaksi