SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik periode September 2026 yang lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar.
IHSG ditutup menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke posisi 5.096,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,72 poin atau 0,53 persen ke posisi 517,89.
"IHSG menguat didukung oleh surplus neraca perdagangan September 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan, seiring pertumbuhan ekspor yang melampaui ekspektasi dan impor yang secara tak terduga mengalami perlambatan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai 10,61 miliar dolar AS pada periode Januari-September 2026.
"Surplus sepanjang periode Januari-September 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus 34,21 miliar dolar AS, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 23,60 miliar dolar AS," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.
Sementara itu, BEI resmi menerapkan reformasi besar dengan mengecualikan 81 saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks acuan. "Kebijakan tersebut dipercepat sebagai respons atas peringatan MSCI terkait potensi reklasifikasi status pasar modal Indonesia," ujar Nico.
Dari mancanegara, Nico mengatakan bursa kawasan Asia didominasi penguatan yang didorong oleh kenaikan kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak setelah muncul laporan mengenai dimulainya kembali upaya diplomasi AS-Iran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. ec/kel
Editor : Redaksi