SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) membangun komunikasi berkelanjutan antara guru dan orang tua agar perubahan perilaku anak dapat dikenali lebih awal.
Dalam upaya ini, Dispendik mengoptimalkan peran 3.856 guru kelas dan 283 guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mendampingi perkembangan peserta didik. Sehingga, penguatan pendidikan karakter melalui program Sekolahe Arek Suroboyo menjadi salah satu upaya untuk menanamkan sikap saling menghargai, mengelola emosi, serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
“Anak-anak tidak cukup hanya diberi pemahaman tentang pendidikan karakter, tetapi juga perlu dibiasakan menerapkannya. Mereka harus belajar menghormati perbedaan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik. Dengan begitu, anak memahami bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat,” jelas Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, Selasa (03/11/2026).
Selain itu, peran orang tua juga penting, terutama dalam menyampaikan perubahan perilaku yang terlihat ketika anak berada di rumah. Karena itu, komunikasi antara guru dan wali murid perlu berlangsung secara rutin, tidak terbatas pada saat pembagian rapor. Sehingga, keberadaan 3.856 guru kelas dan 283 guru BK menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan yang berkesinambungan.
Hal itu karena, peran guru dapat mengamati interaksi dan perilaku anak selama berada di sekolah, sedangkan orang tua memberikan informasi mengenai perkembangan anak di rumah. Pertukaran informasi tersebut diharapkan membantu kedua pihak mengenali kebutuhan anak sekaligus mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pendampingan pada jenjang SD. Pada usia tersebut, anak masih berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional, sehingga membutuhkan arahan untuk memahami batasan perilaku, membangun pertemanan yang sehat, serta menyikapi perbedaan dengan teman sebaya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi