SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menjelang momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo, akan disiapkan menjadi jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
"Intinya kami siap untuk melakukan persiapan angkutan Natal," jelas General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, Rabu (04/11/2026).
Lebih lanjut, Media mengatakan, salah satu skema yang disiapkan adalah mengalihkan kendaraan truk golongan V dan VI dari lintasan Ketapang-Gilimanuk menuju Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang. Rencana pengalihan itu menyasar kendaraan truk berukuran kecil hingga sedang.
Sebab truk golongan besar seperti golongan VII, VIII, dan IX dinilai sulit dialihkan melalui jalur tersebut karena keterbatasan dermaga dan kapal. Selain ukuran kapal, akses jalan setelah kendaraan keluar dari Pelabuhan Celukan Bawang juga menjadi pertimbangan. Jalur tersebut dinilai cukup panjang sehingga menyulitkan kendaraan angkutan barang berukuran besar.
"Kalau golongan VII, VIII, dan IX pasti enggak mungkin di Jangkar, karena dermaga dan kapalnya tidak memungkinkan untuk kendaraan sebesar itu," terangnya.
Meski fasilitas pelabuhan telah disiapkan, skema pengalihan kendaraan masih menunggu pengaturan pemerintah pusat. Pengaturan tersebut nantinya tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kepolisian.
Oleh karenanya, SKB tersebut akan mengatur lalu lintas kendaraan selama periode Nataru, termasuk kemungkinan pembatasan atau pengaturan truk golongan VII, VIII, dan IX. "Kalau di Jangkar sudah siap, tinggal komunikasi dengan Gapasdap dan Kementerian Perhubungan untuk kapalnya," tandasnya. st-01/dsy
Editor : Redaksi