SURABAYAPAGI.com, Jombang - Guna mematangkan pembangunan lapak semipermanen Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp800 juta hingga Rp900 juta, dengan mengusulkan pencairan dan desain bangunan agar lapak sementara bisa rampung akhir Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi mengatakan, desain lapak akan menyesuaikan konsep bangunan semipermanen. Sedangkan untuk material yang digunakan antara lain rangka galvalum, sedangkan penutup dan pintunya disesuaikan dengan ketentuan konstruksi.
”Insya Allah, kalau rangkanya dari galvalum, nanti pintunya karena kategori semipermanen tidak diperkenankan menggunakan rolling door. Jadi nanti mungkin dari kalsiboard sama holldeck untuk semipermanen,” ujarnya, Rabu (04/11/2026).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menjelaskan, penanganan dampak kebakaran Pasar Cukir akan menggunakan mekanisme BTT. Prosesnya diawali dengan laporan kejadian dan surat dari dinas terkait, kemudian dibahas dalam rapat teknis untuk menentukan kebutuhan anggaran.
Sementara itu, terkait alokasi BTT Kabupaten Jombang tahun ini sebesar Rp 10 miliar. Dari jumlah tersebut, kebutuhan penanganan Pasar Cukir diperkirakan Rp 800 juta hingga Rp 900 juta. Namun, nominal final masih dimatangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan. BTT juga dapat digunakan untuk penanganan kondisi darurat lain, termasuk kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih.
Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi menyiapkan anggaran hingga Rp 1 miliar dari BTT 2026 untuk membangun lapak semipermanen bagi pedagang Pasar Cukir.
Pembangunan ditargetkan rampung akhir Desember agar aktivitas perdagangan segera pulih setelah 54 lapak ludes terbakar. jb-01/dsy
Editor : Redaksi