SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi sehat dan layak kepada siswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tertib dalam pengelolaan sampah bekas limbah tersebut.
"Kami ingatkan semua SPPG memperhatikan pengelolaan sampah dan air limbah domestik dari aktivitas operasional dapur. Pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menimbulkan pencemaran serta mengganggu kesehatan masyarakat," kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto, Rabu (04/11/2026).
Hal itu karena, kegiatan produksi makanan dalam jumlah besar juga menghasilkan sisa pangan, sampah domestik dan air limbah yang harus dikelola secara benar. Untuk sampah domestik yang tidak tertangani dapat menimbulkan bau tidak sedap hingga mengundang lalat sebagai pembawa vektor penyakit, sedangkan air limbah dapur yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari air tanah dan merusak ekosistem.
"Dalam menyediakan MBG di seluruh Kabupaten Probolinggo, diperkirakan membutuhkan sekitar 150 unit SPPG. Saya meminta pengelola SPPG memahami dan menerapkan ketentuan pengelolaan lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Sisa Pangan, Sampah dan Air Limbah Domestik Program Makan Bergizi Gratis," jelasnya.
Dalam regulasi tersebut, pengelola SPPG diwajibkan menerapkan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya meliputi organik, anorganik, residu dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Pengelolaan juga harus mengedepankan prinsip 3R, yakni reduce, reuse dan recycle sehingga sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) hanya berupa residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan.
Lebih lanjut, SPPG diharapkan melakukan pencegahan pemborosan makanan dan penyelamatan sisa pangan agar tidak langsung berakhir menjadi sampah, sekaligus melakukan pelaporan secara berkala melalui platform elektronik Stop Boros Pangan. pr-01/dsy
Editor : Redaksi