SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mencegah perkawinan anak, memperkuat ketahanan keluarga serta mendukung penurunan stunting dan angka kematian ibu dan bayi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memfasilitasi penguatan kerja sama lintas sektor untuk membina remaja dan calon pengantin sebagai upaya mewujudkan keluarga sakinah.
Kegiatan ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kemenag, Pengadilan Agama Kraksaan, perguruan tinggi. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan organisasi kemasyarakatan keagamaan yang diharapkan berkontribusi sesuai tugas dan kompetensinya, mulai dari edukasi kesehatan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, pembinaan moral dan spiritual hingga pendampingan serta pemberdayaan keluarga.
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut baik inisiatif dari Kemenag Kabupaten Probolinggo melakukan kesepahaman dalam rangka program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, program bimbingan remaja usia nikah dan bimbingan remaja usia dini,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur, Kamis (29/10/2026).
Ghafur berharap kesepahaman lintas sektor tersebut dapat menyatukan program dan peran masing-masing lembaga sehingga tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo dapat tercapai. “Dengan adanya kegiatan kesepahaman program yang terintegrasi ini mudah-mudahan tujuan bersama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo bisa tercapai,” harapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kementerian Agama berharap pembinaan remaja dan calon pengantin semakin terarah. Upaya ini diharapkan mendukung pencegahan perkawinan anak, memperkuat ketahanan keluarga serta membangun generasi yang sehat, berkarakter dan berakhlak mulia. pr-02/dsy
Editor : Redaksi