SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sejumlah infrastruktur pengendali lahar Gunung Semeru yang rusak diterjang banjir lahar hujan di aliran Besuk Kobokan. Kerusakan terjadi pada bangunan pengendali yang masih dalam proses pembangunan, antara lain tanggul Sungai Glidik jebol di Dusun Pasirejo dan akses jalan menuju Taman Sari Bawah terputus sepanjang sekitar 200 meter.
Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melakukan asesmen terhadap dampak banjir lahar tersebut, untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan. “Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama pihak terkait sudah melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan,” jelas Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kamis (05/11/2026).
Pemeriksaan dilanjutkan pada sejumlah bangunan pengendali lahar, terutama cek dam di titik S2 dan S4. Selain itu juga melakukan pendataan kondisi infrastruktur agar kerusakan dapat diketahui secara tepat dan penanganannya dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
Perlu diketahui, selain tanggul jebol dan akses jalan terputus, banjir lahar Semeru disertai getaran banjir dengan amplitudo maksimal 65 milimeter selama enam jam. Kejadian tersebut juga menyebabkan tiga teras rumah roboh dan 10 rumah berisiko ambruk. Jembatan Limpas Wareng turut terdampak sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur dan mengisolasi warga, Indah menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, termasuk dari kawasan aktivitas pertambangan. Sedangkan untuk pemantauan masih dilakukan karena kondisi cuaca perlu diwaspadai. Pemerintah daerah juga memperhatikan sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami longsor di kawasan sekitar Gunung Semeru.
Pemkab Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, agar mengikuti arahan petugas dan menjauhi kawasan berisiko ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. “Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan segera menjauh dari kawasan berisiko apabila terdapat tanda-tanda bahaya,” ujarnya. lj-01/dsy
Editor : Redaksi