INDEF Ingatkan Risiko Kenaikan Pajak

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1.600 triliun. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai, besarnya kebutuhan tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi menambah tekanan terhadap keberlanjutan fiskal dan mendorong kebutuhan peningkatan penerimaan pajak pada masa mendatang. Peneliti INDEF, Riza Annisa Pujarama mengatakan, kebutuhan penarikan utang pemerintah pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 1.655 triliun.

“Angka tersebut mencakup utang yang jatuh tempo sebesar Rp 833 triliun dan kebutuhan pembiayaan utang dalam APBN sekitar Rp 832 triliun,” kata Riza secara virtual, Kamis (5/11/2026).

“Dengan demikian, total kebutuhan pembiayaan yang harus diperhitungkan pemerintah pada tahun ini mencapai sekitar Rp 1.665 triliun,” tambahnya. Di sisi lain, imbal hasil atau yield obligasi Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat menambah biaya pembiayaan pemerintah ketika kebutuhan penarikan utang semakin besar.

"Artinya peningkatan penarikan utang semakin meningkat, kebutuhan utang kita semakin membesar,” kata dia. “Berarti implikasinya adalah ke masa depan. Nah, di masa depan ini implikasinya apa? Ini akan berpengaruh pada peningkatan pajak," lanjutnya. Menurut Riza, peningkatan penerimaan pajak menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah.

Pasalnya, rasio penerimaan perpajakan Indonesia masih relatif rendah, sementara kelompok masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi salah satu sumber penting penerimaan pajak justru mengalami penyusutan.

Ia menjelaskan, penyusutan kelompok kelas menengah berpotensi memengaruhi penerimaan pajak, terutama Pajak Penghasilan (PPh). Sebab, kelompok pekerja berpenghasilan menengah merupakan salah satu kontributor penerimaan pajak dari penghasilan.

"Ketika middle class menyusut atau shrinking, otomatis yang bayar pajak pun semakin rendah, terutama dari PPh mungkin," tutur Riza. Sementara itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memiliki cakupan yang lebih luas karena berkaitan dengan konsumsi barang dan jasa masyarakat.

Transaksi pembelian di berbagai tempat, mulai dari warung, supermarket, hingga minimarket, juga dapat mengandung unsur PPN sesuai ketentuan yang berlaku. Dia menilai, keberlanjutan fiskal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan pembiayaan saat ini, tetapi juga bagaimana menjaga basis penerimaan pajak agar tidak semakin tertekan pada masa mendatang.

Di sisi lain, kondisi fiskal Indonesia juga perlu mendapat perhatian seiring adanya proyeksi penurunan peringkat atau downgrade terhadap prospek peringkat investasi. Menurut dia, pemerintah perlu melakukan pembenahan agar kondisi tersebut tidak semakin memengaruhi kapasitas fiskal dan kemampuan negara menjaga keberlanjutan pembiayaan. sak/ec

Berita Terbaru

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …