Perlu Sosok Baru Ramaikan Pilgub Jatim

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sosiolog politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Agus Mahfudz Fauzi menganggap, perlunya poros baru di Pilgub Jatim 2018 untuk meminimalisir kejenuhan masyarakat akan sosok yang itu-itu saja. Dua kali pertarungan antara Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) dianggap menjenuhkan. Dua tokoh Nahdhotul Ulama ini bertarung di Pilgub Jatim 2008 dan 2013. Tentunya, poros baru tersebut harus mengusung calon kuat di luar Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. "Bisa terjadi dari koalisi partai politik yang belum menyatakan dukungan ke Gus Ipul atau Khofifah. Mereka mengusung calon sendiri," kata Agus, (24/10). Dengan adanya tokoh baru dalam Pilgub Jatim, diharapkan masyarakat Jawa Timur bergairah dalam menentukan pemimpin. "Poros baru menghadirkan orang yang luar biasa bias menjadi calon alternatif dari dua orang yang sudah tampil dan sudah dua kali bertarung," kata mantan Komisioner KPU Jatim ini. Agus memprediksi, di Pilgub Jatim 2018 akan ada tiga calon, yakni Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung oleh PKB-PDIP. Kemudian Khofifah Indar Parawansa yang sudah didukung Partai Golkar dan Partai Hanura dan kemungkinan didukung Partai Demokrat, PPP dan Partai NasDem. Serta satu lainnya meski saat ini belum resmi muncul. "Asal figurnya tepat, poros baru ini bisa menjadi kuda hitam yang bisa mengalahkan kandidat lainnya," jelas pengajar di Fakultas Ilmu Sosial di UNESA ini. Seperti diberitakan sebelumnya, muncul wacana poros baru yang digawangi oleh Partai Gerindra, PAN dab PKS di Pilgub Jawa Timur. Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Jawa Timur, Fachrudin mengakui wacana poros tengah tersebut. Dari poros tengah ini, ada beberapa nama yang muncul seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak, Bupati Bojonegoro Suyoto dan Ketua DPW PAN Jatim Masfuk. sta

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru